Serpihan 2
I may look strong, even laughing. But actually I'm so alone. -Krystal-
Stasiun Kereta Bawah Tanah, Seoul - 19.23 KST.
Setelah mendapat tiket kereta yang ia inginkan, Kai menunggu kereta di ruang tunggu. Ia menghela nafas lega saat tak ada yang menyadari keberadaannya di sini. Penyamarannya terbilang berhasil. Ia memakai pakaian biasa tanpa label brand manapun karena tak akan ada yang tertarik padanya saat berpenampilan seperti ini. Sangat berbeda dengan mereka yang selalu meneriakkan namanya saat ia berada di atas panggung.
Kereta yang akan membawanya menuju Busan akhirnya datang. Kai menyelempangkan tasnya sebelum ikut bergumul dengan kerumunan lain yang ingin naik kereta. Saat berhasil masuk ke dalam kereta, Kai memilih kursi kosong yang ada di pojok belakang.
Kereta bawah tanah mulai meluncur perlahan. Kai berniat menutup matanya untuk tidur sejenak, tetapi dua gadis yang tiba-tiba mengambil tempat duduk kosong di depannya membuat Kai membuka matanya kembali.
"Apa kau dapat banyak foto?" gadis berambut sebahu bertanya dengan suara cempreng pada gadis di sebelahnya.
"Tentu. Jika aku hanya mendapatkan sedikit foto, lebih baik aku mati saja." Gadis satunya yang berambut panjang menjawab dengan menggebu-gebu. Mereka berdua sepertinya tidak sadar akan keberadaan Kai yang tepat di depannya.
"Kau tahu? Aku menginap di bandara demi mendapatkan foto Sehun oppa sebanyak mungkin. Huh... Rasanya ingin mati saja jika mengingat dinginnya lantai bandara."
Kai sempat tersenyum geli mendengar perkataan si gadis rambut panjang dibalik masker yang menutupi sebagian wajahnya. Tapi senyum itu berubah menjadi kesedihan saat mencerna kembali kata-kata si gadis rambut panjang. Benarkah mereka menginap di bandara? Hanya untuk memotret kita?
"Hyerim-ah. Coba kau lihat ini." Si gadis rambut pendek mendekatkan kameranya pada si gadis rambut panjang, menunjukkan hasil jepretannya. Kai memandang mereka kembali.
"Bukankah Kai oppa terlihat semakin tampan?" Kai tersipu malu mendengar pujian dari si gadis rambut pendek.
Si Gadis rambut panjang hanya mengangguk singkat, pandangannya tak teralihkan dari hasil jepretannya sendiri yang diyakini Kai adalah Sehun. "Huh..." Si gadis rambut panjang menatap gadis rambut pendek sejenak saat mendengarnya menghela nafas panjang.
"Kenapa?" tanyanya singkat sebelum kembali memandang kamera miliknya. Sesekali Kai mendengar si gadis rambut panjang memekik senang dan memuji Sehun tampan dan imut.
"Pita suaraku rasanya ingin putus karena berteriak di bandara tadi." Si gadis rambut pendek sempat memandang Kai sebentar sebelum akhirnya memandang gadis di sebelahnya. "Sekeras apapun aku berteriak, Kai oppa tak sekalipun memandang ke arah kameraku." Ucapnya sedih.
Kai bergerak gelisah, merasa bersalah. "Dia juga tak mau melepas maskernya, Hyerim-ah."
Gadis rambut panjang, Hyerim, meletakkan kameranya dan memandang gadis rambut pendek di sebelahnya. Tangannya perlahan tergerak untuk memeluk si gadis berambut pendek.
"Sudah aku bilang kan, jika oppa-mu itu terlalu misterius untuk kau buntuti. Dia bahkan tidak tahu bagaimana caranya tersenyum ke kamera." Hyerim mengelus-elus pundak temannya. "Kau harus mengganti oppa-mu dengan yang lain. Luhan atau Baekhyun oppa tak terlalu buruk."
Si gadis rambut pendek seketika melepas pelukan Hyerim. Ia memandang marah si gadis rambut panjang dengan sisa-sisa air mata yang masih menempel di pipinya.
"Sudah kubilang untuk berhenti menyuruhku berganti oppa." Gadis berambut pendek itu berteriak keras. Membuat beberapa penumpang sempat memandang sebal ke arah mereka yang sangat berisik sejak tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sasaeng Fans [EXO]
FanficAda dua sisi berbeda dari sang oppa. Sisi yang ada di depan layar kaca. Dan, Sisi yang ada di belakang layar kaca. Sasaeng fans, tahu semua sisi itu. *** "I'm Miranda Savia. Not Miranda Kerr. But, i'm sexier than your miranda, Oppa." Dan Sehun hanya...
![Sasaeng Fans [EXO]](https://img.wattpad.com/cover/35716153-64-k342697.jpg)