Suho Story

5.5K 318 18
                                        

Suho Story

Aku tak menyalahkan mereka. Karena mereka punya mimpinya masing-masing yang amat sangat penting. Tapi...aku juga punya mimpi. Mimpi yang sama pentingnya dengan mimpi mereka. -Suho-

***

Apgujeong - Suho pov.

Terdengar suara pintu yang terbuka. Aku menoleh dan mendapati Keluarga Choi datang beriringan. Malam ini, aku dan Ayah tengah menghadiri acara makan malam privat yang diadakan oleh keluarga Choi sebagai ucapan terimakasih karena telah membantu pembelajaran anak perempuannya. Ayah juga sempat berkata bahwa ini juga bukan pertemuan biasa. Akan ada pembicaraan bisnis antara keduanya.

"Oh... Maaf Tuan Kim karena terlambat datang." Ayahku berdiri dan menyambut uluran tangan Tuan Choi. Aku sempat melempar senyum tipis pada anak Tuan Choi yang berdiri di sebelahnya. Ikut membalas uluran tangan Tuan Choi dan anaknya. "Padahal aku yang membuat janji tapi malah membuat anda menunggu lama."

Ayah tertawa ringan. "Tidak apa-apa. Saya yang datang terlalu awal. Saya bisa memahami jika pengusaha sukses seperti anda pasti sangat sibuk di luar sana. Saya merasa terhormat karena mendapat undangan ini."

Tuan Choi tertawa keras. "Pengusaha sukses?" Dia kembali tertawa saat Ayah mengangguk. "Itu terlalu berlebihan." Aku tersenyum mendengarnya. Pengusaha sukses bukanlah sebutan yang berlebihan baginya jika melihat posisinya sebagai Direktur Utama sekaligus pemilik PT Hyundai. Jujur, aku kagum dengan keluarga dia. Kerja kerasnya yang selalu Ayah jadikan motivasi bagiku untuk bisa sukses sepertinya.

"Makan malam ini bukanlah apa-apa dibanding keberhasilan Joonmyeon dalam meningkatkan nilai Jiwon di sekolah. Saya sangat berterimakasih sekali karenanya."

"Aniyo, Tuan Choi. Jiwon yang memang sudah pintar dari sananya." Timpal Ayah. Aku yang semula terfokus pada dua sosok yang jadi panutanku selama ini mulai mengalihkan pandanganku ke arah lain. Mataku terbelalak saat menyadari Jiwon -anak perempuan dari Tuan Choi- memandangiku lekat dengan kedua tangan tengah menyangga kepalanya.

'Waeyo?' kataku tanpa suara. Jiwon mengedipkan matanya dua kali sebelum akhirnya tersenyum manis padaku. Aku tidak bohong, dia memang memiliki senyum yang manis di umurnya yang masih terbilang muda, 13 tahun.

Dia memajukan wajahnya sehingga dekat denganku. "Oppa...kau akan jadi guru les ku lagi kan?" Aku membuka mulutku hendak menjawab. Namun, suara pintu terbuka dari tempat kami makan membuatku kembali menutup mulutku. Aku tersenyum melihat kedatangannya. Ia salah satu sosok yang juga ku kagumi. Choi Siwon.

"Ah... Maafkan saya karena datang terlambat." Ia membungkukkan badannya sebelum mengambi duduk di hadapanku, tepatnya di sebelah Jiwon. Aku yang tak sadar masih saja melemparkan senyum padanya langsung terdiam saat mendapati Jiwon tengah memandangku aneh.

"Saya kira anda tidak akan datang karena sedang sibuk mempersiapkan diri untuk debut tahun depan." Ayah berucap sambil mengelus punggungku pelan. "Junmyeon hampir saja kecewa mengetahui jika kau tak jadi datang. Dia penggemar beratmu."

"Appa..." aku menunduk dalam karena malu. Dapat kurasakan kedua pipiku yang mulai memerah.

"Jinjja-yo? Apa yang oppa suka dari lelaki nakal sepertinya?" Semua langsung tertawa mendengar celotehan dari Jiwon. Siwon langsung mendaratkan sebuah pukulan pada kepalanya. "Jaga bicaramu, Jiwon-ah..."

Aku tersenyum melihat keakraban mereka berdua. "Benar... Apa yang membuatmu suka dengan anak nakal ini?"

Aku mengalihkan pandangan pada Tuan Choi. Dengan ragu aku menjawab. "Justru itu yang membuat saya menyukai Siwon hyung. Meski ia sudah memiliki masa depan yang cerah, ia lebih memilih masa depannya sendiri." Kataku sambil memandang Siwon yang berada tepat di depanku.

Sasaeng Fans [EXO]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang