So, With Who 10 : Zaura Jadi Rebutan

50 6 1
                                        

Recomended song for this chapter

Dia Milikku by Youvie and Nuno

Don't forget to vote this chapter guys 💗

Enjoy this chapter guys 🌸

Zaura mengerjapkan matanya perlahan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Zaura mengerjapkan matanya perlahan. Pandangannya masih buram, dan kepalanya terasa sedikit berat. Ia berusaha membuka matanya sepenuhnya hingga penglihatannya kembali jelas.

"Ini gue di mana?" gumamnya pelan, suaranya terdengar serak.

"Eh, Za, lo udah bangun," sebuah suara menyela lamunannya. Zaura menoleh ke arah suara itu dan terkejut mendapati Kenzo berdiri di samping ranjang.

"Loh, Ken? Ngapain di sini? Ini gue di mana?" tanyanya, bingung.

Kenzo tersenyum kecil. "Lo ada di UKS. Tadi lo pingsan di kantin, jadi gue bawa lo ke sini. Gimana keadaan lo? Masih pusing?"

Zaura menggeleng pelan. "Enggak, gue udah mendingan. Makasih ya, Ken. Maaf jadi ngerepotin lo."

"Enggak sama sekali, Za. Santai aja. Gue khawatir banget tadi lo pingsan. Untungnya gak ada yang serius," ucap Kenzo, suaranya penuh perhatian.

Tiba-tiba, tanpa peringatan, tangan Kenzo terulur dan mengusap lembut kepala Zaura. Zaura membeku seketika, tak tahu harus bereaksi bagaimana. Jantungnya berdebar kencang, dan ia sendiri bingung dengan perasaan yang tiba-tiba muncul.

"Temen-temen gue udah pulang?" Zaura mencoba mengalihkan perhatian, mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Yang terakhir ia ingat adalah suara teman-temannya yang meneriakkan namanya.

"ZAURA!"

Teriakan keras disertai gebrakan pintu yang tiba-tiba terbuka lebar membuat Zaura dan Kenzo refleks menoleh ke arah sumber suara. Di ambang pintu, enam gadis berdiri dengan napas terengah-engah, jelas habis berlari.

"Lo gak apa-apa? Ada yang sakit? Masih pusing?" Pertanyaan bertubi-tubi keluar dari mulut Sasa dengan nada penuh kekhawatiran. Teman-temannya segera menghampiri Zaura, mengelilingi ranjangnya.

Zaura tersenyum kecil, merasa lega melihat mereka di sana. Kehadiran mereka menandakan bahwa tidak ada jarak lagi di antara mereka. Semua kesalahpahaman sebelumnya terasa menghilang.

"Gue gak apa-apa, kok," jawabnya, meskipun kepalanya masih sedikit berdenyut. Ia berusaha terlihat baik-baik saja di depan teman-temannya.

"Makanya makan, Za. Kebiasaan banget sih lo," gerutu Sasa sambil melipat tangannya di dada.

"Tau, tuh! Udah tau punya masalah lambung malah sengaja gak makan," tambah salah satu temannya.

So, With Who? Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang