Gimana jadinya, kalau satu cewek dijadiin rebutan sama empat orang cowok sekaligus?
*****
Zaura dihadapkan dengan empat orang pria sekaligus yang harus ia pilih salah satu. Namun, kebimbangan mulai mendatangi hatinya disaat ia ragu harus memilih sal...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Zaura menatap layar ponselnya sambil menghela napas pelan. Seharian di UKS membuatnya merasa terisolasi dari hiruk-pikuk kelas. Waktu sudah menunjukkan jam pulang, dan ia perlahan melepas kain kompres dari pinggangnya, meski rasa nyeri masih sedikit terasa.
"Za, ini tas lo," terdengar suara dari arah pintu. Zaura menoleh dan mendapati Rizki berdiri di sana sambil membawa tas miliknya.
Rizki berjalan mendekat, lalu meletakkan tas itu di nakas di samping tempat tidur UKS. "Makasi ya, maaf ngerepotin," kata Zaura sambil tersenyum lemah.
"Udah mendingan kok," jawab Zaura, senyumnya sedikit mengembang untuk meyakinkan Rizki.
Rizki mengangguk, tapi masih terlihat sedikit ragu. "Lo pulang naik apa? Mau gue antar aja?" tawarnya.
Zaura menggeleng pelan. "Gak usah, Ki. Gue kebetulan bawa motor. Pagi tadi gue telat bangun, jadi bawa motor aja biar cepet. Kalau naik kereta takut gak keburu."
Rizki menghela napas pendek. "Yaudah, tapi hati-hati ya di jalan. Kalau ada apa-apa, kabarin gue."
Zaura tersenyum lagi. "Iya, tenang aja. Makasi banget ya, Ki."
Rizki mengangguk pelan, tapi raut wajahnya menunjukkan sedikit kekhawatiran. "Langsung pulang, Za?" tanyanya.
Zaura menggeleng sebagai jawaban, membuat Rizki semakin bingung. "Gue ada rapat dulu sebentar, soalnya acara ulang tahun sekolah udah deket," jelasnya sambil merapikan tasnya.
Rizki mengernyitkan dahi. "Kalo gitu, lo gue tungguin ya," tawarnya.
Zaura langsung menggeleng lagi, kali ini lebih tegas. "Gak usah, Ki. Gue bisa sendiri kok," jawabnya sambil tersenyum kecil, mencoba meyakinkan Rizki.
Rizki terdiam sejenak sebelum akhirnya mengangguk dengan enggan. "Yaudah, tapi lo kabarin gue kalo ada apa-apa. Serius, Za."
Melangkah menjauh dari UKS, Zaura dengan segera pergi ke aula. Di sana sudah ada beberapa anak OSIS dan MPK lainnya. Tak lama setelah dirinya datang, akhirnya rapat pun dimulai. Selama satu jam Zaura duduk di sana sambil menahan sakit yang masih menjalar di tubuhnya, akhirnya rapat pun selesai juga. Sedikut lebih cepat dari dugaannya.