Gimana jadinya, kalau satu cewek dijadiin rebutan sama empat orang cowok sekaligus?
*****
Zaura dihadapkan dengan empat orang pria sekaligus yang harus ia pilih salah satu. Namun, kebimbangan mulai mendatangi hatinya disaat ia ragu harus memilih sal...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dengan senyum mengembang, jari-jemarinya lincah menari di atas layar ponselnya. Sudah lima belas menit Zaura bertahan dalam posisi yang sama, tenggelam di dunia maya, sementara keenam sahabatnya hanya bisa memandanginya dengan tatapan kesal karena tak kunjung fokus.
"Zaura Alea Laura! Cepetan, lo mau pesan apa?!" Suara lantang itu berhasil memecah konsentrasi Zaura. Gadis itu mendongak cepat, menemukan Nayya yang berdiri di hadapannya dengan wajah penuh kesal.
Nayya menatap tajam, namun Zaura hanya membalas dengan senyum tanpa rasa bersalah, menampilkan deretan gigi putihnya. "I-iya, kenapa?" tanyanya, sedikit gelagapan.
"Lo mau makan gak? Buruan biar gue pesan sekalian," kata Nayya sambil menghela napas dan mengelus dadanya, berusaha menahan emosi.
Zaura mengangguk cepat sebagai jawaban. "Nasi goreng ayam, gak pedes."
"Kayak gitu kek dari tadi," gumam Nayya sambil melangkah pergi, masih dengan ekspresi kesal. Setelah akhirnya berhasil membuat Zaura ‘kembali ke dunia nyata,’ ia pun pergi memesan makanan untuk teman-temannya.
Melihat Nayya yang sudah pergi menjauh, Zaura kembali pada aktivitasnya dengan santai. Namun, teman-temannya yang sejak tadi memperhatikan hanya bisa menatapnya dengan kesal.
Rara, yang sudah kehilangan kesabaran, memutuskan untuk bertindak. Tanpa peringatan, ia merebut ponsel dari tangan Zaura. "Eh, apaan sih?! Balikin gak!" seru Zaura, terkejut sekaligus kesal dengan tindakan Rara.
Namun, Rara tak menggubris protes Zaura. Ia justru sibuk memeriksa layar ponsel temannya itu. Matanya membulat begitu melihat nama di layar, lalu sebuah senyum jahil merekah di wajahnya. "Oh... jadi ini alasan lo asik banget sama HP?" goda Rara sambil menunjukkan layar ponsel itu kepada teman-temannya.
Zaura yang tadinya kesal, kini panik. "Eh, Rara jangan lihat-lihat, balikin deh!" pintanya sambil mencoba merebut kembali ponselnya.
"Yah, tenang aja, Za. Gue cuma mau bilang... ternyata Mienhar, ya?" ucap Rara sambil terkekeh. Pernyataan itu langsung disambut dengan teriakan heboh dari teman-teman mereka yang lain.
Zaura langsung menutupi wajahnya dengan kedua tangan, merasa malu karena rahasianya kini sudah terbongkar. "Duh, apaan sih kalian, biasa aja kali!" Zaura mencoba meredakan situasi, meski pipinya sudah memerah.
Rara mengembalikan ponsel Zaura sambil tertawa. "Udah, balikin nih. Tapi, Za, kalau udah suka, ya bilang aja ke dia. Jangan bikin kita susah nungguin lo mesen makanan lagi, deh!" candanya. Zaura hanya mendengus pelan, tapi tak bisa menyembunyikan senyum kecil di sudut bibirnya.