So, With Who 3 : Cinta Monyet

75 7 8
                                        

Recomended Song for this chapter

Cinta Monyet by Goliath

Enjoy for this chapter guys 🌸

Zaura menyandarkan wajahnya di antara kedua lengannya yang terlipat di atas meja

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Zaura menyandarkan wajahnya di antara kedua lengannya yang terlipat di atas meja. Ia mencoba memejamkan mata sejenak, namun usahanya sia-sia karena suara teman-teman sekelasnya begitu riuh. Tanpa guru yang masuk, kelas berubah menjadi arena obrolan bebas.

"Na, nitip," kata Zaura saat melihat teman sebangkunya, Zaina, berdiri sambil membawa buku Terlihat seorang laki-laki tengah bercengkerama dengan teman-teman lamanya di acara reuni yang sudah lama ia nantikan. Enam tahun telah berlalu sejak terakhir kali mereka bersama di SD, dan momen ini membuatnya penuh nostalgia. Namun, di balik kegembiraannya, ada perasaan yang terus mengganjal di hatinya. Ia menunggu seseorang—seorang perempuan yang telah menarik perhatiannya sejak masa kecil dan, entah bagaimana, perasaannya masih sama hingga hari ini.

Rasa bosan menguasai Zaura sepenuhnya. Ia menggeliat kecil, meregangkan otot-otot tubuhnya yang mulai terasa kaku.

Pandangannya pun tertuju pada Zaina, yang kini tampak asyik berbincang dengan Nesha dan Sasa setelah selesai mengumpulkan tugas.

Tiba-tiba, Nesha bangkit dari kursinya dan menghampiri Zaura. Tanpa berkata apa-apa, ia duduk di kursi Zaina, membuat Zaura menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya.

"Kenapa, Nesh?" tanya Zaura dengan nada datar.

"Reunian yuk," jawab Nesha singkat, tanpa basa-basi.

Zaura semakin kebingungan. Ucapan Nesha terdengar tiba-tiba dan tanpa konteks. "Hah? Naon si maksud maneh? Jelasin dulu," balas Zaura dengan nada kesal, disertai logat Sunda yang keluar begitu saja.

"Besok ada reuni SD, ikut yuk. Udah lama banget kita gak ketemu temen-temen SD," jelas Nesha sambil tersenyum.

Zaura mengernyitkan dahi. "Tapi kalo gue dateng, dia pasti dateng juga, kan?" gumamnya ragu, mengingat Rakha—laki-laki yang pernah ia sukai saat SD.

"Ya terus kenapa? Cinta monyet aja kok dipikirin, Za. Jangan bilang lo masih suka beneran?" goda Nesha sambil tertawa kecil, seolah membaca pikirannya.

Zaura langsung menatap Nesha tajam. "Heh! Enggak, ya. Ya kali gue masih suka sama dia," sahutnya kesal.

"Kalau gitu, ayo ikut! Gak ada alasan buat nolak," tantang Nesha sambil menyunggingkan senyum penuh kemenangan.

Zaura terdiam. Ia enggan bertemu Rakha, takut diejek oleh teman-temannya seperti dulu.

Namun, jika menolak ajakan Nesha, ia khawatir Nesha akan menganggap ucapannya tadi benar. Setelah mempertimbangkan, ia akhirnya mengangguk kecil.

So, With Who? Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang