Gimana jadinya, kalau satu cewek dijadiin rebutan sama empat orang cowok sekaligus?
*****
Zaura dihadapkan dengan empat orang pria sekaligus yang harus ia pilih salah satu. Namun, kebimbangan mulai mendatangi hatinya disaat ia ragu harus memilih sal...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Deketin aja kali anaknya," ucap Dafa santai, memecah keheningan yang melingkupi mereka. Rizki, yang tenggelam dalam lamunannya, langsung tersentak mendengar suara itu.
Ia menoleh cepat, menatap Dafa dengan ekspresi penuh tanya. "Hah? Deketin siapa?" tanyanya, meski sebenarnya ia sudah tahu siapa yang dimaksud.
"Yaelah, lo pikir gue nggak nyadar? Dari tadi muka lo tuh isinya Zaura mulu!" ejek Dafa sambil menyeringai. "Ajakin jalan aja lah, Ki. Kapan lagi? Mumpung lo masih punya nyali."
Rizki menghela napas panjang dan mengusap tengkuknya, mencoba mengalihkan rasa gugup yang mulai muncul. "Gue nggak tahu harus mulai dari mana," katanya pelan.
Dafa memutar bola matanya, seolah tak percaya dengan jawaban sahabatnya. "Ki, lo tuh kebanyakan mikir! Mulai aja dari yang simpel. Chat dia, tanyain kabar, atau langsung ajak ngopi. Cewek itu nggak bakal nolak kalau dia juga ada rasa."
Rizki terdiam, memikirkan saran Dafa. Kata-kata sahabatnya itu masuk akal, tapi keraguan tetap menyelimuti hatinya. "Gue takut dia malah ngerasa risih," ujarnya jujur.
Dafa menggeleng pelan, lalu menepuk bahu Rizki dengan kuat. "Risih itu cuma di pikiran lo, Ki. Lo nggak akan tahu kalau nggak nyoba. Lagian, Zaura kan temen lo. Gampang lah buat nyari alasan ngajak ngobrol."
Rizki tersenyum tipis, meski rasa ragu masih menyelimuti hatinya. Ia tahu Dafa benar—ia harus melakukan sesuatu sebelum terlambat.
"Samperin sana! Ajakin dia jalan," desak Dafa sambil mendorong punggung Rizki ke depan. Dorongan itu membuat Rizki sedikit kehilangan keseimbangan, tapi ia segera menegakkan diri.
"Daf, seriusan, gue nggak siap," gumam Rizki setengah protes, tapi Dafa hanya menaikkan alisnya, memberi isyarat agar ia segera bertindak.
"Udah, nggak usah banyak alasan. Kalau nggak sekarang, kapan lagi?" balas Dafa dengan nada setengah bercanda, meski jelas ia serius.
Rizki menghela napas panjang, mengumpulkan seluruh keberaniannya. Dengan langkah berat namun pasti, ia mendekati Zaura yang sedang tertawa bersama teman-temannya. Suasana ceria itu membuat Rizki semakin gugup, tapi ia berusaha tetap tenang.
"Zaura," panggil Rizki dengan suara yang ia usahakan stabil.
Zaura menoleh, sedikit terkejut melihat Rizki berdiri di depannya. "Eh, Rizki! Ada apa?" tanyanya dengan senyum ramah, sementara teman-temannya mulai saling melempar pandangan penasaran.