Gimana jadinya, kalau satu cewek dijadiin rebutan sama empat orang cowok sekaligus?
*****
Zaura dihadapkan dengan empat orang pria sekaligus yang harus ia pilih salah satu. Namun, kebimbangan mulai mendatangi hatinya disaat ia ragu harus memilih sal...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Untuk kesekian kalinya, kondisi kesehatan Zaura kembali menurun. Minggu lalu adalah salah satu minggu tersibuk baginya, karena ia bersama beberapa rekannya kembali dipercaya untuk mengikuti lomba karya ilmiah tingkat nasional—acara tahunan yang sangat bergengsi. Tahun ini, Zaura mendapat kehormatan untuk mewakili sekolahnya. Dengan semangat, ia menerima tawaran itu dan mencurahkan seluruh waktu, tenaga, serta pikirannya demi persiapan lomba tersebut.
Namun, berbeda dari biasanya, kali ini tubuhnya menyerah. Zaura harus menjalani perawatan di rumah sakit karena masalah pada saluran pencernaannya. Sudah dua hari ia berbaring di kamar rumah sakit, menatap langit-langit ruangan tanpa bisa hadir di sekolah. Rasa lelah yang selama ini ia abaikan akhirnya berbalik menyerangnya, memaksanya untuk berhenti sejenak dari kesibukan yang selalu ia kejar.
Teman-temannya tentu berbondong-bondong datang menjenguk Zaura di rumah sakit. Kehadiran mereka membawa suasana riuh ke dalam ruangan yang didominasi warna putih itu, lengkap dengan beberapa omelan khas dari mereka.
"Makanya, Za! Udah dibilangin tuh nurut. Dikasih isyarat malah nggak mau ngerti!" omel Zaina dengan nada sengaja menirukan salah satu tren yang sedang ramai di media sosial, membuat yang lain tertawa kecil.
"Cepet sembuh ya, Za," ucap Alana sambil tersenyum hangat.
"Makasi ya, Al," balas Zaura sambil tersenyum tipis.
Kini, bukan hanya Zaina, Nayya, Nara dan yang lainnya yang menemani Zaura. Alana dan Syasya juga turut hadir di antara mereka. Meski masih ada sedikit rasa canggung, Zaura mencoba untuk menerima kehadiran mereka berdua–lebih tepatnya hanya saat di depan keenam temannya yang lain. Percakapan ringan antara Zaura dan teman-temannya di kamar rumah sakit tiba-tiba terhenti saat pintu kamar itu terbuka. Semua mata langsung tertuju ke arah dua sosok laki-laki yang baru saja masuk tanpa mengetuk lebih dulu.
"Loh? Kalian berdua ngapain disini?" tanya Nesha. Ia melihat dua sosok yang tentu saja ia mengenalnya–Rizki dan Rakha.
"Gue mau jenguk Zaura, gue denged dia sakit," ucap Rakha dengan menenteng sebuah plastim yang berisi berbagai macam buah.
"Sama, gue juga mau jenguk Zaura," ucap Rizki ikut menimpali. Sama dengan halnya Rakha, cowok itu juga sedang menenteng sebuah plastik berisi buah-buahan.
Rakha mendelik tajam ke arah Rizki. "Apasih, lo ikut-ikutan aja," ucapnya kesal.
"Lo yang ngikut-ngikut gue," balas Rizki tak terima. Keduanya masih berdebat diambang pintu, tanpa menghiraukan banyak pasang mata yang memerhatikan mereka.