So, With Who 8 : Salah Paham

40 6 1
                                        

Recomended Song for this chapter

Dia Milikku by Yovie & Nuno

Don't forget to vote this chapter guys 😙

Enjoy this chapter guys 🌸

Zaura meregangkan badannya yang terasa kaku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Zaura meregangkan badannya yang terasa kaku. Sudah satu jam lebih ia duduk di kursi cafe ini dengan laptop yang terus-terusan menyala. Ia melepas kacamatanya, lalu mengelapnya tak lupa ia meneteskan beberapa obat tetes mata agar matanya tak terasa kering lagi.

"Hai, Zaura kan ya?" Sebuah suara menginterupsikan kegiatannya. Zaura kembali memakai kacamatanya untuk melihat lebih jelas, siapa pemilik suara tersebut.

Seorang laki-laki bertubuh tegap berdiri di depannya. Tentu Zaura sangat familiar dengan sosok yang ada di depannya sekarang.

"Iya, Aiden kan?"

Aiden mengangguk sambil tersenyum tipis, lalu menarik kursi di depan Zaura tanpa menunggu undangan. "Kebetulan banget ketemu lo di sini. Lagi sibuk apa, Za?" tanyanya, menatap laptop yang masih menyala di meja.

Zaura menutup laptopnya dengan pelan, merasa sedikit terganggu karena sedang tidak ingin bersosialisasi. "Gak sibuk apa-apa, cuma ngerjain beberapa tugas aja," jawabnya singkat, sambil merapikan barang-barangnya.

"Boleh duduk lama di sini? Gue juga gak ada temen ngobrol, lumayan kan sambil nunggu pesenan gue."

Zaura berpikir sejenak. Ia tidak terlalu keberatan, tapi juga merasa ini agak tiba-tiba. "Ya udah, duduk aja."

Aiden pun duduk di depan Zaura sembari menunggu pesanannya. Sedangkan Zaura, ia kembali fokus kepada laptopnya. Suasana diantara mereka berdua sedikit canggung, bagaimana tidak? Dirinya dengan Aiden hanya sebatas kenal saja, tidak sedekat itu. Terlebih lagi Aiden sekarang menyandang sebagai orang yang disukai teman dekatnya.

Zaura mencoba mengalihkan fokusnya kembali pada layar laptop di depannya, namun kehadiran Aiden di seberang meja membuatnya sulit untuk benar-benar berkonsentrasi. Ia merasa pikirannya penuh, terutama karena ia tahu salah satu temannya, Sasa, terang-terangan menyukai Aiden.

"Eh, lo sering ke sini ya, Za?" tanya Aiden tiba-tiba, memecah keheningan di antara mereka.

Zaura mengangguk sambil tersenyum tipis. "Iya, tempatnya nyaman buat ngerjain tugas. Lo sendiri kenapa ke sini?"

Aiden menyandarkan punggungnya ke kursi, lalu menjawab santai, "Gue cuma iseng aja, lagi cari tempat buat ngabisin waktu sambil baca-baca. Eh, malah ketemu lo."

So, With Who? Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang