So, With Who 2 : Teman Sekelas

92 9 8
                                        

Recomended song for this chapter :

Cinta itu Buta by Armada

Enjoy for this chapter guys 🌸

Sudah jadi hal biasa jika teman-teman sekelas saling menjodoh-jodohkan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sudah jadi hal biasa jika teman-teman sekelas saling menjodoh-jodohkan. Bahkan, sering kali mereka yang dicomblangkan akhirnya benar-benar pacaran. Tapi, hal itu sepertinya tidak berlaku untuk Zaura. Ia justru merasa risih dan tidak nyaman saat dijodoh-jodohkan oleh teman-temannya.

"Za, ada pulpen?" tanya Rizki, seorang lelaki bertubuh besar dan tinggi yang tiba-tiba berdiri di sampingnya. Kehadirannya langsung memicu suara-suara menggoda dari teman sekelas.

"Ciee... cieee..." goda mereka, membuat Zaura menghela napas panjang sambil memutar bola matanya. Ekspresinya berubah masam seketika.

Dengan kesal, Zaura membuka tempat pensilnya, mengambil salah satu pulpen, lalu menyerahkannya pada Rizki. "Nih, gak usah balikin. Buat lo aja," katanya singkat, nada suaranya terdengar ketus.

Rizki hanya tersenyum tipis mendengar nada ketus dari Zaura. Ia tahu, gadis itu tidak suka dicomblangin, apalagi dengan dirinya. Tapi entah kenapa, hal itu justru membuatnya semakin tertarik.

"Kenapa sih pada heboh? Gue cuma pinjem pulpen, bukan ngajak nikah," celetuk Rizki sambil tertawa kecil, mencoba mencairkan suasana.

"Ciee... udah bela-belain lagi," sahut salah satu teman mereka, membuat Zaura semakin kesal. Ia berusaha tak menggubris dan kembali fokus pada fokus pada tugas yang diberikan gurunya barusan.

Setelah sedikit kericuhan antara Rizki, Zaura, dan teman-teman sekelasnya, suasana kelas kembali tenang. Semua murid kembali fokus mengerjakan tugas matematika yang ditinggalkan Bu Sinta sebelum ia keluar dari kelas.

"Guys, minta perhatiannya sebentar!" Suara lantang Mutia, sang wakil ketua kelas, langsung menarik perhatian semua orang. Dalam sekejap, seluruh pandangan tertuju padanya.

"Gue mau kasih info," lanjut Mutia. "Nanti sore kita ada latihan senam lagi buat ujian praktek, di lapangan belakang sekolah ya. Kalo ada yang mau bareng sama yang bawa motor, tulis nama di grup biar gampang ngaturnya," katanya dengan nada tegas.

"Lo naik apa, Za?" tanya Zaina, teman sebangku sekaligus sahabat dekat Zaura.

"Kayaknya jalan, deh. Gue mau rapat dulu, udah izin juga sama Muti," jawab Zaura sambil kembali memusatkan perhatian pada soal matematikanya yang belum selesai.

Zaina mengangguk paham tanpa bertanya lebih jauh, membiarkan Zaura tenggelam dalam pekerjaannya.

"Kalian pada bareng siapa, guys?" Suara lantang itu memecah keheningan, menginterupsi kegiatan duo Z ini. Secara bersamaan, mereka menoleh ke arah Nayya, yang kini berdiri di samping Zaura dengan tangan berkacak pinggang.

So, With Who? Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang