So, With Who 5 : Cie... Sasa Kasmaran

67 10 5
                                        

Recomended song for this chapter :

Kasmaran by Jazz

Enjoy for this chapter guys!

Hari Sabtu seharusnya menjadi waktu untuk bersantai, tetapi pagi ini terasa berbeda bagi Zaura

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hari Sabtu seharusnya menjadi waktu untuk bersantai, tetapi pagi ini terasa berbeda bagi Zaura. Jam baru menunjukkan pukul 7.30 pagi, namun ia sudah dikagetkan dengan kedatangan tiga temannya—Sasa, Rara, dan Nayya—ke rumahnya. Biasanya, gadis itu baru bangun pukul 9, tetapi kali ini ia harus menerima kehadiran mereka lebih awal dari jadwal bangun tidur biasanya.

"Lo pada ngapain sih ke sini? Masih pagi tau," gerutunya sambil menutup pintu kamar. Ketiga temannya hanya tersenyum, menampilkan deretan gigi mereka. Zaura kembali merebahkan diri di kasurnya sambil memainkan ponsel.

"Ada sesuatu, Za. Lo doang yang belum tau," ujar Nayya penuh rahasia.

Zaura langsung meletakkan ponselnya, tertarik dengan ucapan itu. "Harus banget ya, sampai datang ke rumah gue pagi-pagi buta gini?" tanyanya setengah malas.

Ketiga temannya mengangguk kompak.

Zaura, yang awalnya malas-malasan di atas tempat tidur, akhirnya duduk bersama mereka di atas karpet kamar. "Jadi, kenapa nih?" tanyanya to the point.

Namun, Sasa, Rara, dan Nayya hanya saling pandang, tidak ada yang berani bicara lebih dulu.

"Ah, kalau kalian diem terus, gue tidur lagi nih," ancam Zaura sambil memeluk bantalnya.

"Jangan dong, Za!" Sasa akhirnya bersuara.

"Terus, apa dong kalau gitu?"

Rara memutuskan untuk langsung ke inti. "Sasa naksir sama anak sekolah sebelah, Za."

Zaura terkejut sejenak, meski sebenarnya ia sudah menduga. Gerak-gerik Sasa akhir-akhir ini memang mencurigakan—terlalu fokus pada ponselnya, sering melamun, dan tampak cuek terhadap sekitarnya. Sekarang semuanya masuk akal.

"Oh iya? Berarti lo udah move on dari yang sebelumnya dong?" goda Zaura.

Sasa tersenyum kaku. "Yaa... gitu deh." Ia sendiri tampak ragu apakah benar-benar sudah melupakan masa lalunya atau belum.

"Siapa namanya, Sa? Siapa tahu gue kenal," tanya Zaura penasaran.

"Aiden, Za. Lo kenal gak? Dia anak SMP gue juga dulu, terus temen SD-nya Zaina," jawab Sasa sambil mengeluarkan ponselnya. Ia membuka galeri dan menunjukkan sebuah foto kepada Zaura.

So, With Who? Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang