So, With Who 30: Salah Paham Lagi

10 0 0
                                        

Recomended song for this chapter

Exile by Taylor Swift

Enjoy guys

Zaura menatap ponselnya dengan raut wajah yang sedikit khawatir setelah membaca pesan terakhir yang dikirim oleh Kayra dan Nesha

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Zaura menatap ponselnya dengan raut wajah yang sedikit khawatir setelah membaca pesan terakhir yang dikirim oleh Kayra dan Nesha. Beberapa kata dalam pesan itu terasa menggantung, seolah ada sesuatu yang ingin disampaikan namun sengaja ditahan.

Ia menghela napas panjang lalu menyesap cappuccino panas miliknya. Sudah dua jam ia duduk di kafe itu. Awalnya, ia berniat menyelesaikan laporan penelitian yang akan dilombakan, namun konsentrasinya buyar begitu pesan dari dua temannya itu masuk.

Zaura melirik layar laptopnya yang masih terbuka, dokumen kosong menyala di hadapannya, menunggu untuk diisi. Namun, pikirannya kini sudah tak lagi di sana. Ia kembali menatap ponselnya, membaca ulang pesan-pesan itu dengan alis yang mengernyit.

"Za, lo lagi di mana sekarang? Kita mau ngomong soal sesuatu. Penting."
"Iya, please kabarin ya kalau lo lagi free. Gue sama Kayra ngerasa ini harus dibahas bareng lo."

Pesan itu terasa seperti alarm yang tak ingin ia abaikan, tapi juga sesuatu yang tak ingin ia hadapi. Ia menyesap minumannya lagi, mencoba mencari jawaban di antara rasa khawatir yang mulai muncul. Apa yang sebenarnya terjadi?

Menunggu sekitar tiga puluh menit, Zaura akhirnya melihat dua sosok yang dikenalnya berdiri di ambang pintu kafe. Kayra dan Nesha tampak mengedarkan pandangan, mencari dirinya. Zaura melambaikan tangan pelan, memberikan isyarat untuk segera bergabung.

"Hai, Za. Maaf lama, udah dari tadi nunggu?" tanya Kayra sambil duduk di kursi di seberang Zaura, diikuti oleh Nesha yang memilih tempat di sampingnya.

Zaura menggeleng pelan, menyeruput cappuccino miliknya sebelum menjawab dengan nada santai, "Gue di sini udah dua jam. Jadi, ada apa?" tanyanya to the point, tanpa basa-basi.

Kayra melirik Nesha, seolah meminta izin untuk melanjutkan pembicaraan. Setelah mendapat anggukan kecil, Kayra akhirnya membuka suara. "Gue mau nanya sesuatu. Lo boleh jawab apa adanya, kita nggak akan maksa," ucapnya hati-hati.

Zaura menatap Kayra dengan sorot mata penuh tanya, namun ia memilih diam, menunggu kalimat selanjutnya.

Kayra menarik napas dalam sebelum akhirnya melontarkan pertanyaan yang terasa seperti pukulan telak. "Lo punya hubungan apa sama Aiden?"

Zaura terdiam sejenak, keningnya berkerut. Pertanyaan itu terdengar aneh baginya. Bukankah jawabannya sudah jelas? Dia hanya berteman dengan Aiden, begitu juga dengan Kenzo. Tidak lebih. Harusnya, Kayra tahu itu.

So, With Who? Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang