So, With Who 17: Jadi Gimana?

7 1 0
                                        

Recomended song for this chapter

Zona Nyaman by Fourtwnty

Enjoy this chapter guys🌸

"Jadi gimana?" Zaura menoleh ke arah Kayra sambil mengangkat alisnya, bingung dengan pertanyaan yang dilontarkan temannya itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Jadi gimana?" Zaura menoleh ke arah Kayra sambil mengangkat alisnya, bingung dengan pertanyaan yang dilontarkan temannya itu.

"Gimana apanya?"

"Gimana kelanjutan hubungan lo sama cowok-cowok lo itu?" tanya Kayra dengan nada jahil. Zaura semakin tidak paham dengan arah pembicaraan ini.

"Cowok mana, anjir? Gue gak punya cowok," jawab Zaura, setengah tertawa. "Maksud lo siapa? Mienhar? Ken? Atau siapa lagi?"

"Wahhh... banyak ya cowok lo, Za. Siapa lagi kalau bukan mereka? Oh iya, tambah Rizki sama Rakha juga dong," ucap Kayra sambil menyeringai, membuat Zaura mendesah lelah.

"Aduh, lo terlalu banyak nonton drama, Ra. Gue sama mereka tuh cuma temen, serius deh."

"Ya ampun, Za. Lo kira gue bakal percaya gitu aja?" Kayra menyipitkan matanya, seolah mencoba membaca pikiran Zaura.

"Ra, serius deh," Zaura memutar bola matanya. "Gue sama mereka tuh beneran temen, gak ada yang lebih dari itu. Cuma emang kita klop aja ngobrolnya."
Kayra menggeleng pelan, masih dengan senyum jahil di wajahnya. "Tapi tetep aja, Za. Semua orang juga liat kok, mereka keliatan banget ngasih perhatian khusus ke lo. Masa lo gak ngerasa apa-apa sih?"

Zaura menghela napas panjang sebelum menjawab. "Gue gak mau mikirin soal itu dulu, Ra. Gue lagi fokus sama diri gue sendiri, sama semua kegiatan gue. Kalau soal perasaan... mungkin nanti aja. Biar waktu yang nentuin."
Mendengar jawaban itu, Kayra semakin tergoda untuk menggoda. Ia menaik-turunkan alisnya dengan ekspresi usil, membuat Zaura hanya memutar matanya lagi.

"Kalo mereka semua nembak lo, lo pilih siapa?" Pertanyaan itu terlontar spontan dari mulut Kayra, membuat Zaura tertegun sejenak.

Zaura berpikir, meski hanya sejenak. Ia sebenarnya tidak tahu jawabannya. Perasaannya kadang condong ke Mienhar, tapi perhatian dari Ken, Rizki, atau bahkan Rakha sering membuatnya merasa istimewa. Ia sadar bahwa ia mungkin terlihat seperti seorang "playgirl" di mata orang lain. Tapi, ia hanya ingin menikmati momen tanpa tekanan untuk memilih.

"Gak bisa jawab kan lo," goda Kayra lagi, suaranya terdengar seperti tantangan.
Zaura tersadar dari lamunannya dan menatap Kayra dengan ekspresi setengah bingung, setengah kesal. Ia mengangkat bahunya, lalu menjawab dengan nada ringan, "Gatau ah. Kalau gue ditembak sama mereka semua, ya gue mati aja, biar selesai."

So, With Who? Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang