Bab 20 : Berita Beredar

12 1 0
                                        

Udah bab 20 nih, jangan cuma dibaca dong🥺
Aku bakal seneng dan lebih semangat up kalo kalian vote, apalagi follow❤️
Jangan malu buat komen juga yaa💐

Oke, let's go!!!

Happy Reading Gengs

***

Hari ini Alfan berangkat lebih siang dari hari sebelumnya. Sekitar lima menit lagi bel akan berbunyi. Dua hari ini Alfan memang tidak pulang ke rumah, melainkan ke rumah sakit. Itu sebabnya Alfan tidak bisa sampai ke sekolah lebih pagi seperti biasanya, karena jarak rumah sakit dan sekolah terbilang sangat jauh. Bukan karena masih marah pada David. Cowok itu hanya ingin menemani Priska sampai keadaannya memungkinkan untuk pulang.

"Ra."

"Naira."

"Naira, tunggu–"

Alfan berdecak kesal, sedari tadi panggilannya tidak digubris oleh sang pemilik nama.

"Lo kenapa sih, Ra?" tanya Alfan berdiri di hadapan Jenna. Cowok itu menghalangi langkahnya.

"Minggir."

Satu kata, namun cukup tegas.

"Lo kenapa gak bales DM gue?"

Jenna menghela nafas. Apa ucapan kemarin belum jelas? Jenna tidak ingin Alfan berusaha mendekatinya. Jennaira tidak suka.

"Lo berangkat bareng siapa?"

"Gue kan udah bilang mau jemput lo, kenapa pergi duluan?"

"Lo gak baca DM-an gue ya?"

"GUE BILANG MINGGIR YA MINGGIR, ALFAN."

Meski telah menarik perhatian beberapa orang, Jenna tetap menunjukkan wajah datar. Setelah Alfan memberikan sedikit ruang, Jenna langsung melangkahkan kakinya dari sana.

Bruk.

"Eh sorry, sorry."

"Nggak. Harusnya gue yang minta maaf, gue yang nabrak lo."

Jenna memunguti beberapa buku yang jatuh. Lalu memberikannya kepada seseorang yang ia tabrak. "Sorry, Kak."

"Gak papa, lain kali hati-hati."

Yang ditabrak Jenna adalah Aldevaro, yang sekarang telah menjabat sebagai ketua OSIS. Jenna menoleh sebentar pada Alfan, cowok itu juga tengah menatapnya.

"Kak, Kak Alfan."

Terlihat seorang siswi berlarian ke arah Alfan.

"Emang bener ya, kalo Kakak bukan anak satu-satunya keluarga Ravindra?"

Pertanyaan itu berhasil membuat terkejut Alfan. Pertanyaan itu membuat Alfan sadar akan kenyataan yang hampir lupa. Ia berasumsi bahwa David perlahan sudah membuka fakta keluarganya pada publik.

"Bu Pris ternyata istri kedua, ya, Kak?"

Deg.

Apa-apaan ini. Tidak, sepertinya ada fakta yang tidak benar-benar fakta. Mamanya itu bukan istri kedua, Mamanya istri satu-satunya. Mamanya bukan perebut suami orang, tapi dia.

"Nggak. Siapa yang nyebarin berita?"

"Beritanya udah nyebar kemana-mana, Kak. Di mading ada poster tentang Mama Kak Alfan yang disebut pelakor, di sosial media juga. Aku nggak tau siapa yang nyebarin, tapi satu sekolah lagi ngomongin keluarga Kakak."

Mendengar itu, Alfan sontak menatap tajam ke arah Aldevaro. Cowok itu mengepalkan kedua tangannya seraya mendekat.

"BILANG KE SEMUA ORANG, KALAU BERITA ITU NGGAK BENER. MAMA GUE BUKAN PELAKOR, JUSTRU NYOKAP DIA!" Alfan menunjuk wajah Aldevaro.

ALL ABOUT ALFANOCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang