⚠️ PERHATIAN ⚠️
Siapkan lagu untuk memperindah alurnya.
Seventeen - Untuk Mencintaimu 🎶
Siap?
Happy Reading Gengs
***
Drttt drttttt.
Jenna yang sedang mendalami novel sedikit terlonjat. Ia melirik handphonenya yang bergetar, tertera nama Karin di sana.
"Hallo?"
"Jenn, ini gue Atlas. Karin pingsan, lo bisa ke sini sekarang?"
Deg. Suara panik itu berhasil membuat tubuh Jenna menegang.
"L-lo di mana sekarang?"
"A+ Cafe, gue udah sharelock ke lo."
"Oke, gue ke sana."
Dengan secepat kilat Jenna bergegas menyambar tasnya. Meninggalkan laptop yang masih menyala, membiarkan beberapa snack berserakan di sana. Pakaiannya pun tak hiraukan jika dilihat aneh dengan orang-orang cafe nanti.
Setelah mengunci pintu, Jenna berlari ke luar perumahannya. Mencari ojek yang bisa ia tumpangi untuk segera menyusul sahabatnya. Entah ada apa dengan Karin, ia harus memastikan dan berada disampingnya saat butuh bukan? Ya, Karin bukan sekedar sahabat menurutnya, melainkan saudara.
Tulisan besar A+ Cafe terpampang jelas di atas sana. Setelah membayar ojek yang ia tumpangi, Jenna melangkahkan kakinya untuk mendekat. Sebenarnya, hatinya masih ragu, banyak pertanyaan yang muncul dibenaknya. Ada apa dengan Karin? Kenapa cewek itu bisa jauh pingsan? Kenapa harus di cafe? Kenapa Atlas tidak membawanya ke rumah sakit atau pulang ke rumah? Ah, sudahlah, saat ini perasaan khawatir lebih mendominasi Jenna. Mungkin saja saat ingin makan di cafe, Karin jatuh pingsan dan berakhir ia diistirahatkan di aula cafe?
Dari luar cafe sudah terlihat ramai, banyak orang-orang antri makanan gratis yang sengaja dibagikan, entah ada acara apa. Jenna lebih memilih untuk melewati dan masuk ke dalam.
Di dalam sana juga ramai pengunjung, namun ia tak melihat Karin. Pandangannya ia edarkan ke seluruh sudut cafe. Bahkan Jenna rela jika harus mengelilingi cafe yang luas ini. Demi menemukan keberadaan Atlas dan Karin.
Namun Jenna tak menyadari bahwa semenjak ia memasuki cafe, sudah ada orang yang mengintai, mengamati pergerakannya, dari atas sana.
Langkah Jenna terhenti, netranya menatap lurus ke depan. Ke seseorang yang sedang menjadi objek perhatian. Orang itu tersenyum padanya, manis, saat ini dia memakai jaket berwarna cokelat.
Gitar hitamnya mulai dipetik, mengalun indah di telinga bagi siapapun yang mendengar. Bagai disihir, Jenna mulai melupakan tujuannya kemari. Suara itu, lagi, dan lagi, membuat Jenna menghangat, hatinya merasa tenang. Tatapan menenangkan yang ada pada diri cowok itu yang membuat Jenna tak bisa mengalihkan perhatian.
Apa yang harus aku lakukan
Untuk membuat kau mencintaiku?
Segala upaya
T'lah kulakukan untukmu
Alfan seolah bertanya kepada Jenna. Ya, Jenna merasakannya saat pandangan mereka bertemu. Lagu Seventeen - Untuk Mencintaimu yang dibawakan Alfan seolah relate dengan perasaannya.
Apa yang harus aku tunjukkan
Untuk membuat kau menyayangiku?
Inilah aku
Yang memilih kau untukku
Entah kenapa Jenna merasa jantungnya tak stabil, tatapan Alfan masih tertuju pada satu titik, yaitu dirinya. Para pengunjung pun mulai menyadari keberadaan Jenna.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALL ABOUT ALFANO
LosoweAlfano Ravindra. Sosok cowok ramah yang menyukai cewek sejutek Jennaira. Disaat sang Mama terbaring koma di rumah sakit, disaat itu juga Alfan harus merelakan Papanya. Papa yang rela menikah lagi demi bentuk pertanggung jawaban atas perbuatannya dul...
