12. Hanya demi Camilan?

347 14 1
                                        

Setelah makan siang, mereka berdua tiba kembali di vila.

Cuaca di luar sangat panas tetapi AC di dalam vila cukup membantu dan berhasil menjaga udara di dalam vila tetap sejuk.

Suasana di dalam vila juga cukup nyaman dan tenang. Vila tersebut cukup besar dan terawat dengan baik.

"Nathan, disana ada pemandian air panas kan? ayo" Tunjuk Zela pada sisi belakang Villa

"Oh, tentu, berendam di air panas di siang hari, just you and me."



***










▨●○●○●○●○▨


Zela saat ini sedang merendam diri di pemandian air panas dengan menggunakan celana pendek dan merasa sangat rileks dan nyaman. Ia menyukai sensasi air panas pada kulitnya, rasanya sangat luar biasa.

Nathan tentu duduk di sebelah Zela dan tiba-tiba meletakkan tangannya di pundak istrinya, sementara itu Zela menyandarkan dirinya kebelakang pada pembatasan pemandian itu dan memejamkan mata menikmati hangatnya air.

Nathan menonton saat Zela bersandar dan menutup mata.

Dia tahu bahwa Zela benar-benar rileks dan menikmati momennya di mata air panas, dan tiba-tiba dia berbicara.

"Hei, kau sepertinya benar-benar menikmati pemandian air panas ini, right?"

"Iya, hangat," jawabnya, masih memejamkan matanya.

Nathan tertawa ketika Zela mengatakan itu dan tiba-tiba berbicara lagi dengan nada yang lebih manis, "Kau sepenuhnya benar, sangat hangat. tapi apakah kau tahu apa hal terbaik dari berada di sini?"

"I don't know", dia membuka matanya dan menatapnya dengan rasa ingin tahu.


"Hal terbaik dari berada di pemandian air panas adalah bisa membaginya dengan pasanganmu." Dengan senyuman lembut dan nada manis, dia kemudian meletakkan lengannya di sekeliling bahunya dan menarik Zela mendekat menyebabkan aliran air sedikit bergerak.

"Hmm, i think that's right. I will invite my partner here's next time", Dengan senyumnya yang percaya diri, dia terlihat begitu angkuh.

Senyumnya berubah menjadi senyum sinis dan tiba-tiba dia berbicara dengan suara pelan sambil menatapnya.

"Oh, jadi kamu ingin mengajak orang lain? meskipun aku sudah ada di sini denganmu?"

"Uhm" Zela mengangguk mengiyakan.

Ketika Zela mengiyakan itu, tiba-tiba dia mendekat bahkan lebih dekat dan dia mendorong tubuhnya ke arah istrinya.

Lalu dia meraih dagu Zela dengan jarinya dan menghadapkan dagunya agar Zela melihatnya dan dia menatap dengan pandangan lembut dimatanya.

"Ck, menganggu"

Dia tiba-tiba tersenyum kecut ketika Zela mengatakan itu.

"Mengganggumu? tidak, aku tidak mengganggumu. Aku hanya mendekati seorang gadis cantik yang duduk di pemandian air panas denganku. dan dia bahkan mengenakan celana pendek."

"Jangan coba-coba membuatku marah atau kamu harus membelikanku banyak camilan."

Dia tersenyum ketika Zela mengancamnya. tiba-tiba dia mendekat bahkan lebih dekat dan dia menekan tubuhnya bahkan lebih melekat.

Sekarang mereka benar-benar dekat dan dia berbisik pelan ke telinga istrinya, "Kau mengecam ku? ah takut".

"Of course. Kau adalah atm berjalanku dan kau punya blackcard" Zela menyeringai puas, tentu dia harus memanfaatkan itu.

NAZÉL || ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang