▨◆◇◆◇◆◇◆◇▨
HAPPY READING
▨◆◇◆◇◆◇◆◇▨
Mereka tiba di tempat yang luas. itu adalah tempat jet pribadi Nate berada. Mereka akan pergi ke Italia menggunakan itu. Ada banyak pengawal dan asisten juga yang siap mendampingi serta mengawal mereka.
"Sejauh ini tidak buruk."
Nathan tidak bisa menahan tawa ketika melihat seberapa tenangnya Zella menghadapinya. Nathan tahu bahwa Zella akhirnya akan mempercayainya, itulah mengapa baginya mudah untuk melakukan langkah drastis seperti itu.
Dia mengambil tangan Zella dan membawanya ke pintu jet pribadi. kemudian dia membuka pintunya untuk istri tercintanya.
"Do you like it?" tanyanya.
"Yes", kemudian mereka memasuki jet pribadi tersebut.
Dia tersenyum padanya dan setelah Zella masuk ke jet pribadi, dia mengikutinya masuk dan menutup pintu di belakangnya.
Interior jet sangat mewah dan luas. rasanya hampir seperti hotel bintang 5.
Nathan duduk di sebelahnya, dan memberikan botol air berkarbonasi dari minibar.
Dia juga sedang minum air, melihat ke jendela dan menatap horison yang cerah.
Ia sedikit tersenyum pada gadis.. Wanita cantik di sebelahnya yakni istrinya ketika Zella menatapnya.
▨●○●○●○●○▨
Jet pribadi itupun mulai lepas landas.
Nate masih belum bicara. Dia hanya terus minum airnya, sambil menikmati suasana pesawat terbang tinggi di udara. Dia sesekali melirik Zella sejenak sebelum mengalihkan pandangannya.
"Kita tinggal dimana saat di Italy?", Zella mulai membuka bicara memecahkan ke-diaman itu.
Dia memberi Zella senyum yang sangat tipis, dan memandangnya.
"Aku telah merencanakan segalanya. Ada tempat di mana kita akan tinggal, dan pada hari berikutnya aku telah merencanakan perjalanan ke pantai. Kita bisa menikmati liburan musim panas sebelum kita pulang ke rumah."
Meski bingung Zella tetap mengangguk. Nate terus menatapnya sejenak, lalu ia bersandar kembali di kursinya dan menyelesaikan botol airnya.
Ia menatap keluar jendela dan menatap pemandangan selama beberapa menit. Ketika pesawat akhirnya cukup tinggi, ia menutup matanya dan memejamkan kepala, membiarkan dirinya rileks di kursinya.
Prang
Suara gelas pecah, Zella tidak sengaja menyenggol itu "... I apologize."
Dia membuka matanya begitu mendengar suara itu, lalu melihat dan menyadari bahwa Zella secara tidak sengaja telah memecahkan cangkir "It's okay, don't worry."
Kemudian Nathan bangkit dari kursinya, mengambil cangkir dan membuangnya ke dalam tempat sampah terdekat, dan kembali ke kursinya untuk duduk di sampingnya lagi.
Tindakan itu membuat Zella berkedip tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat.
"Kenapa tidak marah? Aku baru saja memecahkan cangkirmu."
Dia sedikit mengangkat alisnya dan kemudian dia tertawa.
"Dan mengapa aku harus marah padamu? Itu hanya gelas minum, cukup mudah untuk mendapatkan yang baru."
Dia melihatnya sebentar. Kemudian dia bersandar kembali di kursinya, sambil menyilangkan tangan didadanya.
"Boleh pinjam hpmu? Batrai hpku habis" Zella menunjuk ponselnya yang tengah di cas.
Dia sedikit memikirkannya sebelum mengangguk dan mengeluarkan ponselnya dari saku dan memberikannya pada Zella, "Sure, milikku juga milikmu. Kamu bisa menggunakannya selama yang kamu inginkan."
Zella mengambil ponsel itu dan bertanya "Apa password nya?"
Dia tertawa lagi, dan memberitahu kata sandi,
"Kamu mungkin kaget, dan jangan terkejut jika kamu melihat fotoku dengan banyak wanita cantik, termasuk para gadis yang bekerja untuk Cbs. Tapi jangan khawatir. Ini semua urusan bisnis, bukan hubungan pribadi."
Zella berdecak sedikit kesal "Aku tanya pw nya bukan foto yang kau maksud."
Dia hanya mengangguk dan mengangkat bahunya.
Kemudian bersandar dan menutup matanya lagi, membiarkan dirinya rileks di kursinya, menikmati keheningan dan kedamaian pesawat dan menjawab,
"Kata sandinya adalah tanggal pernikahan kita."
"Kapan?", beo Zella dengan wajah polosnya. Ingin rasanya Nathan mencium.. Eh maksudnya mengacak-acak rambut istrinya. Bagaimana dia lupa pernikahannya sendiri!?.
TBC

KAMU SEDANG MEMBACA
NAZÉL || END
Misterio / SuspensoNathan yang menyembunyikan identitas sebagai pemimpin gangster dari istrinya.. "tapi aneh. hanya kepalanya yang tersisa, lalu dimana badannya? siapa yang membunuhnya? apa ini kebetulan atau karma? aku penasaran" ujar Zella, istri Nathan yang bingun...
