17. Apa yang dia lihat?

253 16 0
                                        

Nathan kepada Grizella, definisi "Cinta itu tidak buta, karena ia dapat melihat Zela. Tapi cinta itu membutakan, sebab hanya Zela yang ada di matanya."






▨●○●○●○●○▨

Nathan melihat saat pelayan hotel masuk ke dalam ruangan dan mendorong meja penuh berisi makanan.


Nathan telah memberi tahu staf hotel untuk menyusun makan malam spesial untuk mereka berdua.

"Perfect, saya pikir itu semua untuk hari ini. Kalian bisa pergi." Dia berbicara kepada staf hotel dan kemudian melirik meja penuh makanan.

Dia memastikan untuk memesan berbagai macam makanan untuk Liora yang akan mereka berdua menikmati, lalu dia melihat ke arah istrinya.

Zela sedikit mengerutkan kening, makanan sebanyak itu? Siapa yang akan menghabiskan nya??

"Apakah kamu terkejut melihat seberapa banyak makanan yang aku pesan? " Dia berjalan lebih dekat dan menarik kursi untuk istrinya duduk.

"Ya", kemudian ia duduk dan memberi sedikit senyum pada suaminya.

Nathan sedikit tertawa dengan blak-blakan istrinya itu, "Lebih sopanlah, istriku." Peringatnya sambil menarik kursi lain untuk duduk di sampingnya.

"Ya serah, ini adalah malam terakhir kita di Italia. Nikmati" Nathan tertawa dengan kejujuran istrinya, dan entah bagaimana dia merasa itu sangat menarik.

"Aku akan menikmatinya sepenuhnya."
Sahutnya.

Nate menikmati makanannya. Dari pizza hingga pasta, ada banyak makanan di meja. Dia sesekali melirik ke arah Zela, memperhatikannya makan. Meskipun dia menikmati makanan, dia merasa lebih puas menonton wanitanya makan.

Setelah seusai makan, Nathan mengambil segelas wine dan bertanya pada istrinya, "Bagaimana makanannya? apakah kamu menikmatinya?"

"Of course." Jawabnya, ia juga mengambil segelas cocktail.

Nathan melihatnya mengambil cocktail, dan itu menarik perhatiannya, "Apakah kamu yakin ingin minum itu?"

"Iya." Jawabnya, ia memutar pelan cocktail yang terlihat enak sambil bersandar ke belakang kursinya, membuat dirinya senyaman mungkin.

Nathan melirik istrinya saat ia bersandar, dan dia tahu wanitanya sedang bersikap keras kepala saat ini.

Dia tersenyum sinis lalu dia berbicara lagi, "jangan minum terlalu banyak. akhirnya kau hanya seorang pemabuk ringan setelah semuanya."

Nathan tertawa melihat istrinya terkekeh ringan tak berdosa. Dia tahu tidak mungkin menghentikan istrinya, jadi dia tidak repot-repot melarangnya.

Dia mengambil segelas anggur dan meneguknya sebelum berbicara, "Jangan minum terlalu banyak ya? Aku tidak ingin kau mabuk nanti"

Semantara itu Zela hanya mengangguk kecil sambil mencuri 2 teguk cocktail kemudian ia meletakkannya kembali ke meja, matanya kini teralihkan pada dessert yang berada tak jauh dari depannya.

Akhirnya ia mengambil dessert itu dan memakannya

Dia memperhatikan istrinya ketika meletakkan cocktail di atas meja, lalu dia makan makanan penutup.

Dia tertawa, merasa lucu bagaimana Zela mengabaikan fakta bahwa alkohol bisa mempengaruhinya.

Nathan tahu seharusnya dia memberitahunya untuk pelan-pelan, tapi pada saat yang sama dia ingin Zela terus minum hanya karena dia suka melihatnya mabuk.

"Hmmm enak." Celetuk Zela sambil terus menikmati sesuap demi sesuap dessert nya.

Bibir Nathan sedikit mengulas senyum ketika mendengar Zela mengatakan bahwa makanan penutupnya enak.

"Enak ya?" Dia meneguk wine nya lagi, sambil dengan pandangan yang tak luput dari istrinya.

Sang empu hanya mengangguk ria kemudian ia membalasnya dengan ekspresi ringan "Sebenarnya..... Aku tidak terlalu suka makanan manis." Ungkapnya.

Nathan sedikit tertawa dan mengangkat alisnya ketika dia mendengar istrinya mengatakan itu.

"Tapi kamu sepertinya menikmati dessert nya." Katanya katanya seraya menatap sang istri, dan dia terus meneguk wine sambil bersandar ke depan di kursinya.

"Kamu bisa mengubah selera makanan kapan saja. tapi itu tidak berarti kamu bisa mengubah toleransi alkoholmu"
Dia berbicara sambil menatapnya, dan dia melihat kamu mulai sedikit mabuk.

Zela hanya mengangkat bahu dan memasang ekspresi menyebalkan, "Tiba-tiba aku suka makan manis, selera manusia bisa berubah sewaktu-waktu kan?."

Dia tertawa lagi. Dia tahu Zela sedang bersikap keras kepala, "Kamu bisa mengubah selera makanan kapan pun kamu mau. Tapi itu tidak berarti kamu bisa mengubah toleransimu terhadap alkohol"

Zela pun teringat kejadian kemarin saat ia mabuk dan ada sedikit rona merah di pipinya, "Itu tidak akan terjadi lagi, relax."

"Kamu selalu bilang begitu. 'itu tidak akan terjadi lagi' namun selalu terjadi"
Hoho, Nathan sepertinya sudah kebal dengan sikap keras kepala sang istri yang ia kenal dari zaman purba itu. Dia tahu bahwa Zela tidak bisa menangani alkohol, jadi dia hanya menunggu sesuatu terjadi lagi.

"Besok kita berangkat jam berapa?" Seusai memastikan dessert yang ia makan habis ia meletakkan sendok kecilnya dan mengambil tisu menyeka bibir. Ia mengalihkan pembicaraan agar tidak terlalu malu dengan tempo hari.

Seulas senyum kecil mengembangkan di bibir Nathan saat menyadari istrinya mencoba mengubah topik.

"Kita akan pulang sore hari. Penerbangan pulang masih cukup lama jadi kamu akan memiliki waktu untuk istirahat lagi di jet pribadi."

"Lalu dengan rencanamu untuk berkolaborasi dengan McLaren?" Tanya Zela.

Nathan tertawa kecil dan tersenyum saat disebutkan rencana bisnisnya dengan McLaren.

"Semuanya sudah ku atur. Kesepakatan akan segera tercapai. Aku yakin bahwa perusahaan ku dan McLaren akan memiliki kerjasama yang besar."

"Nathan. Apa yang kamu lihat dari diriku dan apa yang menarik tentangku." Entah apa, ngga ada hujan, badai, petir, beliung tsunami Zela menanyakan pertanyaan konyol itu.

Pertanyaan itu benar-benar menarik minatnya, "Apa yang kulihat dari dirimu, tidak akan bisa kau lihat. Kecuali kau melihatnya dengan kedua mataku."

TBC

TBC

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
NAZÉL || ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang