Nathan yang menyembunyikan identitas sebagai pemimpin gangster dari istrinya..
"tapi aneh. hanya kepalanya yang tersisa, lalu dimana badannya? siapa yang membunuhnya? apa ini kebetulan atau karma? aku penasaran" ujar Zella, istri Nathan yang bingun...
Suaramu masih ada di telingaku dan rindu di dadaku mencekik tulang rusukku.
Sumpah rindu itu melebihi kesabaran ku.
Wahai rindu, lembutlah dengan hati.
Tidak kah kau tau aku mencoba menyembunyikan cintamu setiap saat.
Dan setiap kali aku menyembunyikan nya dalam hatiku, air mataku meluap.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
...
Pada sebuah hotel cukup ternama di sebuah negara Norway, berdirilah sosok pria berbadan kekar, tinggi dengan kulit yang kini sedikit menjadi tan skin.
Pria yang dimana diketahui tengah ldr dengan pasangannya tak kuat menahan kegaduhan rindu di hati nya.
Seekor singa jika dengan orang lain, yang mampu mengubah dirinya layak seekor kucing jika bersama sang istri kini duduk di sebuah kusi kotak yang nyaman dengan sandaran empuk dibelakangnya.
Ia mengaduk air yang berada di gelas kotak kecilnya perlahan dan kemudian tercetak sebuah senyum seringaian, ia mengambil ponsel yang ada di saku celananya dan menekan nomor seseorang yang saangat dirindukan nya itu.
Dengan perasaannya yang gembira dan jantung yang berdegup kencang seakan ia baru berpacaran dengan nomor yang kini tersambung, melihat indah pemandangan kota dibalik jendela besar hotel, di sambut sebuah sapaan kecil dengan nada halus nan lembutnya,
"Halo?"
"Darling, how are you?" Sebuah suara serak yang membalas sapaan sang istri terlihat seakan ia ingin segera mendekap istri kecilnya erat-erat, ugh.. Padahal itu baru tadi siang ia meninggalkan sang istri.
"Baik."
Mendengar suara Zela merupakan pengalih perhatian yang menyenangkan baginya, terutama setelah seharian melakukan urusan bisnis, dan dia senang mendengar istrinya terdengar bahagia,
"Senang mendengarnya. Kamu lagi apa?"
"Prepare. Aku dan teman-temanku senin akan camping di gunung." Terangnya.
Meski camping dilakukan hari senin, Zela tetap akan menyiapkannya semuanya dimalam sabtu ini. 1 minggu itu cukup lama.
Terdengar dehuman kecil dari telepon. Nathan sedikit terkejut mendengar bahwa Zela berencana pergi berkemah senin, tapi dia tetap menjaga suaranya tetap tenang dan berbicara lagi,
"Berkemah di pegunungan ya? Pasti menyenangkan. Berapa banyak orang yang ikut bersamamu?"
Terdiam sejenak seolah tengah berpikir, "Seven people's"
Nathan terdiam sejenak, mendengarkannya dari sebrang telepon yang lain. Dia menarik napas dalam-dalam sebelum menjawab dengan nada netral, "Tujuh orang, apa kamu yakin akan baik-baik saja? Gunung bisa berbahaya lho."