Zella mencoba mendorong Nathan menjauh namun dia terlalu kuat, cengkeramannya pada tubuh Zella semakin erat.
Dia memindahkan lidahnya ke leher istrinya untuk menciumnya
Dia berbisik di telinganya, "Jangan melawan, nikmatilah saja."
Dengan suara yang dingin dan kejam. Dia perlahan menarik lebih dekat padanya hingga Zella duduk di pangkuannya.
Keesokan paginya Zella terbangun di tempat tidur Nathan di kamar pengantin mereka.
Tapi Nathan sudah tidak ada di sana. Zella duduk di tempat tidurnya dan melihat sekeliling kamar.
Beberapa menit kemudian, Nathan masuk ke dalam kamar membawa nampan sarapan dengan kopi dan beberapa buah-buahan di atasnya.
Dia berhenti dan meletakkan nampan di meja kecil di samping tempat tidur dan melihat istrinya.
Ekspresinya terlihat dingin namun lembut dan dia bahkan sedikit tersenyum saat melihat Zella, "selamat pagi, istriku" dia menyapanya dengan santai.
"... Pagi" Balasnya.
Saat Zella melihat wajah tampan suaminya, dia duduk di tempat tidur di belakangnya.
Kemudian mencondongkan tubuh ke depan dan dengan lembut meletakkan tangannya di bahu Zella.
Perlahan dia mulai memijat bahu istrinya, sentuhan tangannya terasa hangat dan menenangkan.
Saat dia sedang memijat, dia berbicara dengan suara yang lembut dan manis, "Kamu terlihat sedikit lelah. Apakah tidurmu nyenyak tadi malam?"
"Apakah dirimu mengalami amnesia? kaulah yang membuatku lelah", Sahut nya kesal dan memutar bola matanya malas.
"Dan ya, aku tidur nyenyak. Meski kau memelukku erat, tapi yang penting aku bisa tidur", lirihnya.
Wajah Nathan sedikit berubah, tapi suaranya tetap lembut saat menjawabnya.
"Yah bukan salahku, kalau kamu begitu menggemaskan. Bagaimana mungkin aku menahan diri untuk tidak membelai kamu seperti itu?", c'mon, Nathan pria normal, right??
Menyadari topik pembicaraan yang cukup sensitif Zella pun mengalihkan pembicaraannya dan berbalik menghadap suaminya
"Apa ini untukku?
Dia kemudian mengangkat tangannya dari bahunya hingga dia bisa meletakkannya di pinggangnya, lalu dia menarik ke dadanya dan memeluknya erat-erat, memeluknya erat dari belakang.
Nathan masih memeluknya saat dia berbicara dengan suara lembut dan manis.
"Ya, aku membawakannya untukmu. Aku bangun lebih awal, jadi aku memutuskan untuk membuatkanmu sarapan sendiri."
Dia tersenyum ketika mengatakan itu. "Apakah kau ingin memakannya sekarang?"
Ck, apa dia bilang? Membuatkan sarapan sendiri? Hanya sekedar kopi dan beberapa buah.. Emang bisa bikin perut kenyang?.
"Sekarang hari apa?", tanya Zella.
Nathan berhenti memeluknya beberapa saat dan menatapnya dengan ekspresi sedikit bingung di wajahnya.
"...Hari ini adalah hari setelah pernikahan kita", Balasnya "Tunggu sebentar, apakah kau menderita amnesia?"
Nathan terkekeh saat melihat istrinya memutar mata ke arahnya.
"Yah, lupakan saja. Asal kamu ingat, yang penting kemarin adalah pernikahan kita kan?"
Dia lalu menepuk-nepuk kepala istrinya, seolah dia masih anak kecil.
KAMU SEDANG MEMBACA
NAZÉL || END
Misterio / SuspensoNathan yang menyembunyikan identitas sebagai pemimpin gangster dari istrinya.. "tapi aneh. hanya kepalanya yang tersisa, lalu dimana badannya? siapa yang membunuhnya? apa ini kebetulan atau karma? aku penasaran" ujar Zella, istri Nathan yang bingun...
