34. Keguguran

277 11 1
                                        

Setelah menikah selama 1 tahun, akhirnya Zela mulai hamil. Nathan sangat berhati-hati dengan informasi ini karena jika kehamilannya menyebar, musuh-musuhnya pasti akan mengambil kesempatan untuk menyakiti istrinya.

Semuanya berjalan lancar hingga saat ini Zela sedang hamil 8 bulan, namun ternyata musuh sudah mendengar kabar kehamilan istrinya.

Musuh-musuhnya mulai membuat strategi, saat Nathan berada di markas mafianya, musuh-musuhnya mulai mengepung mansion tersebut, mereka menembaki semua anak buah Nathan hingga tidak ada yang tersisa.

Penculikan itu pun berujung tragis, Zela yang terjatuh dari lantai atas membuatnya kehilangan kesadaran dan darah yang terus-menerus mengalir akibat benturan pada perutnya.

Zonan yang ikut tertembak ketika berupaya menolong Zela, suara teriakan histeris yang menggema di bangunan tua pun berubah menjadi tangisan penyesalan.

Tubuh Zela tiba-tiba terangkat dan membawanya lari, dengan sisa tenaganya untuk segera ke rumah sakit terdekat, itu adalah Nathan, dia sangat marah dan menembak mereka semua tetapi pemimpin mereka berhasil melarikan diri.

Dia tidak mengejarnya dan langsung menghampiri istrinya, Zela sudah pucat dan darah terus keluar. Dia segera pergi ke rumah sakit, setelah beberapa jam dokter memberi tahu dia bahwa Zela mengalami keguguran dan koma.

Setelah 1 minggu Zela tidak sadar, Nathan sangat marah. Dia segera keluar bersama anak buahnya. Ia mendatangi markas musuhnya dan berhasil menangkapnya, kemudian membakar seluruh markas milik musuhnya.

Nathan membawa musuhnya ke hutan terluas di negaranya, nyatanya hampir separuh negara itu adalah hutan.

▨●○●○●○●○▨

Ia mengikat musuhnya di sebuah pohon dan segera memerintahkan anak buahnya untuk membakar hutan secara bersamaan menggunakan helikopter.

Kekacauan sedang terjadi di negara mereka. bahkan berita tentang pembakaran hutan mulai menyebar ke seluruh dunia.

Kebakaran tersebut menyebabkan pemadaman listrik besar-besaran di hampir semua tempat kecuali area rumah sakit tempat Zela dirawat.

Nathan berdiri di rooftop gedung dan melihat kekacauan yang dia buat, baginya ini tidak cukup. Setiap orang harus mengetahui penderitaan yang dia rasakan saat ini.

"Mereka harus tau akibat menyentuh milikku!." Sorot mata balas dendam dan kebencian yang tersorot jelas serta tangan terkepal dan air mata mengalir di pipinya.

Ia sudah kehilangan calon anaknya dan tidak ingin juga kehilangan satu-satunya dunianya.

▨●○●○●○●○▨

Flashback on

Begitu berhasil menerobos masuk mata Nathan terbelalak, ia tidak percaya dengan pemandangan tragis yang ia saksikan. Tidak, bukan ini yang dia harapkan.

"Kau... Kaulah penyebab semua ini..." Ucapnya dengan nada dingin dan berbahaya yang siap mencabik-cabik musuhnya.

Tidak! Dia tidak tau jika bukan pria itu yang membunuh Zela.

Mata Nathan seolah dibutakan oleh semua hal yang berada di sekelilingnya dan hanya terfokus pada pria yang tak jauh darinya.

Pria itu dengan langkah perlahan mundur hingga terpojokan sebuah meja besar, entah sejak kapan meja itu berada di sana atau memang ia yang tak begitu memperhatikan.

NAZÉL || ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang