Donghyuck menatap kosong ke arah tempat tidurnya yang terasa dingin, biasanya tempat tidur itu akan hangat karena kehadiran Renjun namun semalam tempat tidur itu menjadi terasa sangat dingin. Donghyuck menatap dasi yang ada di genggamannya lalu ia memasangnya sendiri dengan air mata yang perlahan kembali membasahi pipi tirusnya tersebut, ia merindukan Huang Renjun. Merindukan istrinya yang sekarang entah berada di mana, ia merindukan senyuman yang selalu terpatri untuknya setiap pagi, setiap ia akan berangkat bekerja. Kalau tau kemarin itu adalah pelukan terakhirnya ia tak akan melepaskan Huang Renjun begitu saja.
"Donghyuck cepat sarapan atau kau akan terlambat"
Donghyuck tidak menanggapi perkataan nyonya Lee, ia keluar dari kamar tersebut lalu menghampiri kamar putra bungsunya. Bayi itu masih terlelap dalam damainya, ia bisa melihat wajahnya yang manis mirip dengen Renjun. Ini benar benar putranya, tak lama tubuh itu menggeliat lalu menangis. Donghyuck segera menggendongnya, menimangnya sebentar sampai bayi itu kembali tenang.
"Kau lapar? Kita minta susu papa bibi Kim ya"
Donghyuck turun dengan membawa bayi itu di gendongannya, ia menghampiri bibi Kim yang tengah menyiapkan sarapan.
"Bibi sepertinya dia lapar"
"Bibi akan buatkan susunya, sebentar tuan"
Donghyuck duduk di kursi makan, ia menatap nyonya Lee yang sudah memulai kegiatan sarapannya.
"Siapa nama dari anakmu itu Donghyuck? Kau harus memberinya nama agar aku bisa memanggil cucuku dengan namanya"
"Lee Chenle, aku akan memanggilnya Lele"
Bibi kim menyimpan kopi milik Donghyuck di sampingnya lalu mengambil alih Chenle untuk ia beri susu.
"Makanan ini terasa sedikit berbeda bibi Kim"
"Maaf nyonya, yang biasa memasak nyonya Renjun selama ini dan saya benar benar tidak bisa memasak yang rasanya sama persis dengan masakan nyonya Renjun"
Nyonya Lee menghela nafasnya, ternyata lidahnya sudah terbiasa dengan masakan yang di masak oleh Renjun. Begitupun dengan Donghyuck, ia menyimpan cangkir kopinya dengan sedikit kasar hingga membuat isinya tumpah.
"Kopi ini tidak seenak buatan Renjun. Kau harus membuatnya sama persis dengan buatan Renjun bibi Kim"
"Maaf tuan tetapi saya telah membuatnya sesuai dari resep yang nyonya Renjun berikan"
"RASANYA TETAP BERBEDA!! AKU INGIN KOPI YANG SAMA PERSIS DENGAN BUATAN ISTRIKU!"
Nyonya Lee menatap Donghyuck dengan tajam, lalu ia menghentikan kegiatan sarapannya.
"Lee Donghyuck! Hanya karena sebuah kopi kau sampai marah marah seperti ini?"
"INI BUKAN HANYA KARENA SEBUAH KOPI IBU, TAPI KARENA IBU YANG TELAH MEMISAHKAN AKU DENGAN ISTRI DAN ANAKKU! INI SEMUA KARENA KEEGOISAN DAN ANCAMAN YANG IBU BERIKAN!"
Donghyuck bangkit dari duduknya lalu berlalu begitu saja dari hadapan nyonya Lee yang masih terkejut atas sikap dari putranya tersebut, ia menatap Chenle yang masih meminum susunya dari dot yang tengah di pegang oleh bibi Kim. Chenle memang mirip dengan Renjun tetapi Renjun tidak akan pernah mengetahui bagaimana wajah dari anak kedua nya itu.
"Alihkan pekerjaan rumah termasuk memasak pada Bona dan Jinra. Kau fokuslah untuk mengurus Chenle, aku tidak mau Chenle di pegang oleh orang lain selain dirimu"
"Baik nyonya, saya permisi ingin menidurkan tuan muda nyonya"
Nyonya Lee hanya mengangguk, baru sehari dari kepergian Renjun tetapi rumahnya sudah sedikit kacau, nyonya Lee menatap meja makan yang kosong. Biasnya ia akan menatap Minji tetapi sekarang hanya kekosongan yang ia lihat, nyonya Lee menghela nafasnya pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIVORCE [HYUCKREN DONGREN] {END✅}
FanfictionCinta kita di restui oleh tuhan namun tidak dengan ibumu tuan - Renjun M-PREG!!!
![DIVORCE [HYUCKREN DONGREN] {END✅}](https://img.wattpad.com/cover/370781319-64-k79761.jpg)