Satu bulan sudah berlalu sejak kejadian itu. Huang Renjun sudah pasrah akan kelanjutan hubungannya dengan Donghyuck yang tidak akan berjalan lancar. Saat liburan Minji telah usai Donghyuck mengantarkan Minji ke kediaman Renjun tetapi pria itu enggan bertemu dengan Renjun bahkan di saat Renjun sudah mengejarnya pun Donghyuck tetap abai membuat Renjun menangis seharian saat itu. Renjun sudah tidak mau lagi menghubungi Donghyuck, rasa benci mulai menjalar di hatinya karena ke angkuhan pria itu namun entah mengapa akhir akhir ini ia sangat merindukan Donghyuck bahkan ia kerap kali menangis saat merindukan pria itu.
"Mama? Minji berangkat sekolah dulu ya, mama istirahat saja kalau masih sakit"
Renjun hanya mengangguk menanggapi perkataan Minji, ia melihat Minji yang berlalu dari hadapannya. Renjun tidak sakit hanya aja ia selalu mengalami mual muntah saat pagi hari selama tiga hari ini tetapi ia enggan memeriksa kan apapun, ia akan pergi ke rumah sakit hari ini tanpa memberitahu Minji.
"Renjunnaa ini aku membawakan strawberry segar untukmu"
Renjun tersenyum menyambut kedatangan Yangyang dan juga Jeno yang kebetulan lewat.
"Terima kasih Yangie, kau mau kemana Jeno?"
"Aku mau mengantarkan berkas yang tertinggal ah iya kau tau tidak kalau tuan Donghyuck sudah mengambil alih kembali perusahaan itu?"
Renjun mengerutkan alisnya seraya menyantap strawberry yang berada di pangkuannya.
"Sejak kapan?"
"Satu bulanan ini mungkin, sudah ya aku duluan takut suamiku menunggu"
Renjun dan Yangyang mengangguk dengan kompak
"Hati hati"
"Kau mau kesana?"
"Aku harus ke rumah sakit dulu, aku sudah tiga hari mual muntah terus"
"Ingin aku antar?"
"Tidak usah, aku naik bis saja nanti"
"Ya sudah, aku pulang dulu ya"
Renjun mengangguk dan melihat Yangyang yang pergi dari hadapannya, Renjun membawa mangkuk strawberry itu menuju halte bus yang akan membawanya ke rumah sakit karena kebetulan janji dengan dokternya adalah pagi pagi. Renjun memeluk erat mangkuk strawberry nya seraya menaiki bus yang baru saja tiba, ia dengan tenang menikmati perjalanan seraya memakan sisa strawberry yang ada di dekapannya.
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 30 menit Renjun sampai di rumah sakitnya, ia langsung masuk dan berjalan menuju poli kandungan karena sungguh ia curiga sekali kalau dirinya hamil.
"Ah mangkuk ini harus aku kemana kan ya? Buang saja lah biar nanti aku ganti"
Renjun mengendikan bahunya lalu membuang mangkuk bekas strawberry yang diberi Yangyang tadi. Ia kembali melanjutkan langkahnya dan langsung masuk ke dalam ruangan dokter karena kebetulan saat ia sampai namanya juga di panggil.
"Selamat pagi nyonya Renjun, silakan duduk lalu ceritakan keluhan apa yang anda alami"
"Selamat pagi dokter, saya mengalami mual muntah saat pagi hari terkadang saat malam hari pun mengalaminya lalu saya juga jadi tidak menyukai beberapa makanan dan yang paling parah saya jadi membenci ayah dari bayi ini kalau saya benar hamil, nafsu makan saya juga meningkat dokter akhir akhir ini"
Dokter tersebut mengangguk seraya menuliskan sesuatu di sebuah kertas.
"Baik, kita periksa dulu. Silakan naik ke atas bed"
Renjun naik ke atas bed ia berbaring dengan baju yang sudah di naikan lalu dokter memberikan gel ke perut Renjun dan mulai menggerakkan alat USG tersebut, Renjun memperhatikannya dengan seksama.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIVORCE [HYUCKREN DONGREN] {END✅}
FanfictionCinta kita di restui oleh tuhan namun tidak dengan ibumu tuan - Renjun M-PREG!!!
![DIVORCE [HYUCKREN DONGREN] {END✅}](https://img.wattpad.com/cover/370781319-64-k79761.jpg)