Donghyuck menghela nafasnya, ia pusing sekali sudah satu bulan ini ia tidak bisa terlelap dengan baik karena anak perempuannya terus saja menangis ketika malam hari sedangkan Jimin enggan mengurusnya bahkan untuk menyentuhnya saja ia tidak mau. Donghyuck menimang bayi tersebut, ini sudah pukul 4 pagi tetapi ia belum sempat terlelap sedikitpun.
"Hyein kau tidak kasihan padaku? Aku belum tidur dari semalam, kenapa kau tidak mau tidur hm? Lihat Chenle saja tertidur dengan nyenyak"
Hyein masih saja menangis, Donghyuck menyerah ia akhirnya membawa Hyein ke kamar nyonya Lee.
"Ibu"
Donghyuck membuka pintunya lalu berjalan menuju ranjang nyonya Lee, ia menidurkan Hyein tepat di samping nyonya Lee. Hyein semakin menangis keras namun Donghyuck meninggalkannya begitu saja, ia hanya ingin tertidur meskipun sebentar.
"Ssshhh berisik sekali!!"
Nyonya Lee bangun dari tidurnya ia menatap Hyein yang menangis. Nama bayi Donghyuck dan Jimin adalah Lee Hyein. Orang tua Jimin yang memberikan nama tersebut, Donghyuck bingung mereka tidak menerima kehadiran Hyein tetapi ikut memberikan nama tapi Donghyuck tidak mengambil pusing semuanya.
"Astaga DONGHYUCK KENAPA KAU TARUH BAYI INI DI SINI!!"
Nyonya Lee menggendong Hyein hendak mengembalikannya pada Donghyuck namun sayang kamar yang ditempati Donghyuck dan Chenle terkunci.
"Hyein jangan menangis sayang, kau ingin apa? Susu? Nenek ambilkan susu untukmu ya ayo kita ke bawah"
Nyonya Lee berjalan ke bawah seraya menggendong Hyein dengan hati hati, ia membuka kulkas dan mengambil stok asi Hyein untuk di hangatkan. Meskipun Jimin tidak pernah andil dalam mengurus Hyein tetapi ia selalu melakukan pumping asi untuk Hyein dan menyimpannya di dalan kulkas.
"Ini susu nya, minumlah sayang. Jangan rewel seperti ini, nenek bingung harus melakukan apa kasihan juga baba mu nak"
Nyonya Lee duduk di sofa ruang tamu dengan tangan kiri menopang tubuh Hyein dan tangan kanannya memegang dot susu.
Ckelek!
"Oh ibu, sudah bangun? Ini masih pukul empat kenapa ibu sudah bangun?"
Nyonya Lee menatap sebal ke arah Jimin yang baru saja pulang entah dari mana.
"Kemana saja kau? Anakmu menangis Jimin setidaknya kau harus menggendongnya, menimangnya agar ia tidak merasakan kehilangan figur seorang ibu! Kau masih istri Donghyuck dan kau juga akan selamanya menjadi ibu Hyein. Ibu macam apa kau"
"Hahaha astaga ibuuuu, ibu yang meminta anak itu bukan aku. Jadi, ibu saja yang mengurusnya aku tidak mau dan kau juga!! Ibu macam apa yang memaksa anaknya berpisah dari istri serta putrinya dan mengancam yang tidak tidak!! Kau lebih buruk dari aku dan Renjun yang sama sama meninggalkan anak kami meskipun dengan cara yang berbeda"
Jimin pergi meninggalkan nyonya Lee begitu saja. Nyonya Lee menatap Hyein yang mulai tenang dan terlelap. Nafasnya memburu kesal karena semua omongan Jimin adalah benar adanya. Ia juga ibu yang buruk bagi Donghyuck tetapi ia hanya mau yang terbaik untuk putranya dan kelangsungan hidupnya.
𓇢𓆸
Donghyuck terbangun tepat pukul 7 pagi, hanya 3 jam ia tertidur kali ini. Ia masuk ke dalam kamar mandi untuk bersiap pergi ke kantor, setelah selesai ia berjalan ke arah box bayi Chenle. Ia tersenyum menatap Chenle yang sudah membuka matanya tanpa tangisan dan rengekan tentu saja. Anak itu benar benar seperti Minji saat bayi tidak pernah rewel saat malam hari. Donghyuck menggendong Chenle dan memandikannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIVORCE [HYUCKREN DONGREN] {END✅}
FanfictionCinta kita di restui oleh tuhan namun tidak dengan ibumu tuan - Renjun M-PREG!!!
![DIVORCE [HYUCKREN DONGREN] {END✅}](https://img.wattpad.com/cover/370781319-64-k79761.jpg)