[REVISI]
Dendam dan Cinta?
Keduanya merupakan hal yang berbeda. Dua kekuatan yang bertolak belakang namun sama-sama menghancurkan. Mereka seperti dua arus yang berlawanan, namun membawa perubahan yang tidak terduga. Ketika keduanya hadir diwaktu ya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Aku akan tetap di sini, " ucap Nazea. Kalimat itu sudah ia pikirkan dengan matang. Memilih untuk tetap tinggal di Indonesia, itu pilihannya.
" Jika itu yang kalian pilih, Papa tidak mau ada yang menyesal dikemudian hari," tegas Novan.
Sekarang adalah waktu dimana kedua gadis kembar itu untuk memilih. Bukan pilihan biasa, tapi pilihan ini yang akan menentukan kehidupan mereka. Sedikit tidak masuk akal, tapi itulah yang terjadi. Semesta memiliki takdir, dan tidak ada seorangpun yang mampu menghindar.
Menyeringit heran, Nazia benar-benar dibuat penasaran setengah mati dengan permintaan kakeknya itu. " Jadi, apa yang kakek mau? "
" Tidak perlu buru-buru. Seiring waktu berjalan semuanya akan terungkap," balas Novan seadanya.
Tidak ada balasan dari kedua gadis itu. Mereka diam, berkecamuk dengan pemikiran sendiri. Terlalu mendadak, dan sangat aneh untuk dianggap biasa.
Aku bukan orang bodoh, ini jelas aneh. Edinburgh, mungkin itu sedikit normal. Tapi kakek, apa yang dia minta? Hidup terlalu penuh oleh kebohongan, sampai sulit untuk aku percaya. Batin Nazea, dirinya mengambil segelas air lalu meminumnya.
" Zea, kamu dari mana sampai selarut ini untuk pulang? " tanya Nara, melihat anaknya yang diam menatap tayangan di televisi.
" Tempat itu, aku dari sana. " Nazea menjawab, tanpa mengalihkan sedikitpun pandangannya.
" Untuk apa? Tempat itu terlalu bahaya untuk kamu, Nazea." Novan yang tengah berdiri kembali mendekati anaknya.
" Iya, Ze, kalau lo mau ke sana, lo bisa minta gue untuk temenin. " Nazia mengalihkan pandangannya dari ponsel.
" Cuman sebentar, sejak kejadian itu aku nggak pernah ke sana lagi, " ujar Nazea dengan setiap kata yang terdengar dalam.
" Apapun itu, kondisi kamu belum sepenuhnya pulih seperti dulu. "
Novan sedikit mengehela napas, semoga saja keputusannya kali ini benar-benar yang terbaik. Ini semua dia lakukan untuk masa depan kedua putrinya. Memang terkesan egois, tapi percayalah tidak ada orang tua yang menginginkan kehancuran untuk anaknya.
☆
Malam ini Shaka tengah berhadapan dengan kedua orang tuanya, serta kakaknya yang mendadak pulang. Entah apa yang akan mereka bicarakan, mereka harus berkumpul dengan suasana hening seperti ini. Tadinya, Shaka akan pergi ke markas, namun Ayana justru tak memberi izin sama sekali.
" Kenapa Dad, kok kita kumpul kayak gini?"
Itu, Areyna yang berbicara. Kakak perempuan Shaka satu-satunya yang tengah menempuh pendidikan tinggi di salah satu universitas luar kota.