46. EXTRA CHAPTER [SEMENTARA ATAU SELAMANYA?]

581 11 3
                                        

" Manusia itu tidak akan sadar jika dia belum kehilangan. Jadi, jika ingin dia sadar mungkin kamu harus pergi. Antara sementara atau selamanya. "

Dalam dekapan hening yang berkepanjangan, dia masih disini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dalam dekapan hening yang berkepanjangan, dia masih disini. Hanya memberikan helaan napas dan sekedar memberitahu bahwa dia baik-baik saja. Waktu itu berjalan, sama seperti hidup. Hampir dua minggu laki-laki itu diam di apartemen. Tidak pergi kemanapun selain keluar kamar untuk membeli makan sehari sekali.

Tubuhnya yang dulu terlihat kekar, kini mulai kurus. Rambutnya yang selalu berantakan sama seperti kehidupannya. Mungkin dia terlalu larut dalam kemarahan sampai lupa bahwa ada penyesalan yang menanti. Sikapnya yang dulu selalu dewasa, kini telah sirna bersama luka yang datang.

Alfan mengusap wajahnya kasar, menatap langit-langit kamarnya yang polos dengan deringan ponsel yang sengaja dibiarkan. Sejak lima belas menit yang lalu ponselnya tidak berhenti bergetar. Entah siapa yang menelpon, Alfan bahkan tidak perduli. Yang jelas sekarang dirinya hanya butuh lari dari setiap hal yang mencoba datang.

Lama tanpa balasan ponsel itu berhenti berbunyi. Kembali pada keadaan sunyi tanpa ada suara yang terdengar. Sayangnya kesunyian itu kembali terenggut, kala suara keras terdengar dari luar sana.

Diluar sana, seseorang datang dengan gedoran pintu yang begitu kencang. Berteriak memanggil nama Alfan bersama tubuhnya yang mencoba mendobrak pintu.

" BAJINGAN! KELUAR LO, BANGSAT!! "

Alfan, laki-laki itu tidak menghiraukan. Ia justru membaringkan tubuhnya pada soffa panjang yang tersedia diruang tamu.

" BRENGSEK, KELUAR LO ALFAN?! GUE NGGAK AKAN SEGAN-SEGAN BUNUH LO KALAU SAMPAI NAZIA KENAPA-KENAPA!! " suara itu berbeda, bukan lagi suara berat laki-laki melainkan suara seorang perempuan yang sudah habis kesabarannya.

Tetap pada kegilaannya, Alfan tetap diam tanpa menjawab. Hingga detik kemudian pintu itu berhasil terbuka. Menampilkan kedua orang berbeda gender yang sudah siap membunuh laki-laki pengecut itu.

Bugh!

Bugh!

Plak!!

Suara itu berturut-turut terdengar nyaring. Suara pukulan yang diberikan Dion serta tamparan keras yang Mikha lakukan.

Dion, dia mencengkam kerah baju Alfan kasar. Menarik lelaki itu hingga Alfan yang bangkit dari posisi duduknya. " Sialan! Suami macam apa lo, tidur disini sementara istri lo pergi entah kemana?! "

" Gue bahkan nggak sudi dengar sebutan istri dari namanya, " desis Alfan dengan setiap kata yang sengaja dia perjelas.

" Dia, cuma perempuan nggak punya hati yang selalu egois. Dia perempuan nggak tau diri, yang sialnya gue nikahin karena perjodohan itu-"

SECRET | ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang