[REVISI]
Dendam dan Cinta?
Keduanya merupakan hal yang berbeda. Dua kekuatan yang bertolak belakang namun sama-sama menghancurkan. Mereka seperti dua arus yang berlawanan, namun membawa perubahan yang tidak terduga. Ketika keduanya hadir diwaktu ya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tepat di lantai tiga, Shaka berhasil membuka pintu tersebut. Dugaannya benar, Nazea berada didalam sana dengan kondisi yang terikat. Gadis itu tampak menunduk dengan tubuhnya yang terkulai lemas. Bahkan mungkin seluruh tenaganya sudah habis. Hanya sesorot sinar rembulan yang membuat ruangan itu sedikit bercahaya.
Bukan hanya itu, seseorang tampak berdiri diam dibelakang Nazea. Menatap Shaka tanpa ekspresi dengan setengah topeng berwarna hitam yang di gunakannya. Sedetik kemudian seseorang itu tampak mengangkat sudut bibirnya tersenyum.
" Bagaimana? Pertarungan yang seru bukan?" Seseorang itu mulai berjalan mendekati Nazea.
Shaka tidak ingin gegabah, ia hanya diam membalas tatapan itu. " Apa yang kalian mau? "
" Cukup mudah, " jawab seseorang itu, mulai menjalankan tangannya perlahan disetiap leher Nazea.
Melihatnya, Shaka menajamkan pandangannya. Deru napasnya mulai tak beraturan dan tangannya yang siap menghantam siapapun disana.
" Kehancuran All Stars, bagaimana? " lanjutnya membuat Shaka yang semakin kehilangan kesabarannya.
Terkekeh sinis Shaka melirik seseorang itu dari bawah hingga atas dengan tatapan meremehkan. "Gue nggak akan semudah itu mengabulkan permintaan konyol kalian! "
Seseorang itu mulai berjongkok dihadapan Nazea, tangannya sudah siap mencekik kapan saja. Bahkan jika harus menghabiskan nyawa seseorang dihadapannya saat ini pun, bukanlah hal yang sulit.
" Jika seperti ini, apakah kamu siap mengabulkan? " Orang bertopeng itu mulai mengeraskan cekikan hingga Nazea yang menunduk tampak kehilangan oksigen.
Keringat yang mulai bercucuran di mana-mana, Nazea menatap seorang lelaki dihadapannya. Tatapan itu terlihat memohon dengan napasnya yang hampir mulai menipis.
Menyadari suasana sekitar yang semakin menegang. Seseorang itu kembali mengeraskan kepalan tangannya dileher Nazea. Dia tersenyum simpul melihat Shaka yang berjalan kearahnya dengan emosi yang membara.
Namun berkat kebodohannya Shaka tidak membebaskan Nazea. Melainkan ia juga ikut terikat oleh dua orang tiba-tiba muncul di belakangnya. Shaka berusaha memberontak dan sialnya untuk melepaskan ikatan itu tidak mudah.
" Sialan! LEPASIN GUE! " teriak Shaka dengan amarahnya yang meluap-luap.
Beberapa saat kemudian, Shaka menyeringit heran. Ia merasakan keanehan ada diantara mereka. Entah bagaimana bisa, seseorang bertopeng itu melepaskan Nazea dengan begitu mudah. Seolah ini semua adalah rencana yang telah tersusun.
Melihat Shaka yang mulai menyadari, Nazea hanya tersenyum simpul. Dia bangkit dari duduknya, lalu setelah itu dia menjentikkan jari. Tidak menunggu lama dua orang datang dengan satu orang lagi yang mereka tahan. Seorang lelaki yang habis tersiksa dengan banyak luka disekujur tubuhnya.