16. VANIA?

862 22 0
                                        

Sama seperti hari biasanya kedua insan ini tengah berdebat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sama seperti hari biasanya kedua insan ini tengah berdebat. Perdebatan yang tiada habisnya mereka lakukan sekarang. Siapa lagi jika bukan Nazia dan Alfan. Kedua orang yang sekarang sudah memiliki ikatan satu sama lain. Baru hari pertama saja mereka sudah berdebat terus menerus. Entah bagaimana hari-hari selanjutnya yang jelas pertengkaran pasti akan selalu ada di antara mereka.

" Ihh! Lo bisa nggak sih, ngalah sama cewek? " Nazia mengerucutkan bibirnya sebal namun terlihat lucu dimata Alfan. Mungkin.

" Jelek bibir lo, manyun-manyun gitu kayak bebek!" ucap Alfan dengan nada mengejek khasnya yang selalu berhasil membuat Nazia kesal

"Pokoknya gue nggak mau tau, lo harus tidur di soffa dan gue tidur dikasur!"  teriak Nazia, kini kamar mereka sudah seperti pasar berkat keributan yang mereka lakukan.

" MALES! " Setelah berbicara Alfan langsung menjatuhkan tubuhnya ke kasur begitu saja. Ia mana peduli dengan Nazia yang sudah seperti kepiting rebus dan siap menghajarnya tanpa ampun karena terlalu kesal.

" Lo punya telinga nggak, Fan? " Dengan sabar Zia berbicara pelan dan senyum yang dipaksa.

" Punya, nih lo nggak liat telinga gue? " Dan sifat tengil Alfan kini keluar.

" AWAS GA! " teriak Nazia lebih keras dan telapak tangannya yang sudah dianggat di udara.

Ia menarik sebelah tangan Alfan agar lelaki itu bangkit. Rumah ini memang punya tiga kamar. Namun kedua kamar belum di isi oleh kasur dan hanya satu kamar ini saja. Nazia terus berusaha agar Alfan bangkit dan tidur di soffa. Sedangkan lelaki itu sendiri enak tertidur tanpa peduli dengan gangguan yang di lakukan istri kecilnya.

Lelah dengan segala usahanya, Nazia memilih tidur di soffa dibandingkan tidur dengan Alfan. Mana mau ia tidur satu ranjang bersama lelaki itu. Nazia membaringkan tubuhnya dengan bibirnya yang mengerucut.

Sampai ahkirnya keduanya sudah masuk ke alam mimpi masing masing.

Suara alarm membangunkan seorang gadis yang terlelap. Tangannya meraba ke atas nakas guna mematikan alarm. Cahaya matahari yang masuk kedalam celah gorden, juga kicauan burung yang terdengar.

Kok perut gue berat?  Batinnya berbicara merasakan berat di area perutnya.

"Aaaaaaa!" Gadis itu berteriak saat menemukan sebuah tangan melingkar di perutnya dengan begitu erat.

Brukk

" Akhh bokong gue," sedangkan seseorang yang ia tendang tadi meringis merasakan sakit karena terjatuh.

Nazea membekam mulutnya sendiri merasakan kaget. Bagaimana tidak, ia yang biasanya bangun hanya sendiri sekarang justru ada seseorang di sebelahnya, dan yang lebih parah karena ada sebuah tangan yang melingkar begitu saja oada tubuhnya.

SECRET | ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang