[REVISI]
Dendam dan Cinta?
Keduanya merupakan hal yang berbeda. Dua kekuatan yang bertolak belakang namun sama-sama menghancurkan. Mereka seperti dua arus yang berlawanan, namun membawa perubahan yang tidak terduga. Ketika keduanya hadir diwaktu ya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hampir satu jam terbaring, gadis itu tak berniat membukakan kedua kelopak matanya. Setelah kejadian barusan ia terpaksa meminum obatnya kembali. Sebuah pil yang memberikan luka untuk dirinya dan keluarganya sendiri. Pil yang sudah lama tak pernah ia konsumsi sejak satu tahun yang lalu.
Disampingnya, seorang lelaki tak pernah meninggalkannya sedetikpun. Ia selalu menunggu dengan tangan kekarnya yang mengelus lembut rambut indahnya. Raut wajahnya tak berekspresi, hanya diam dan menatap dalam gadisnya.
PTSD? Apa yang sebenarnya lu alami dulu Nazea?
Memejamkan matanya, Shaka berbatin. Sejak ingatannya hilang, ia selalu merasa menjadi orang bodoh yang tidak mengatahui apapun.
Perlahan kedua kelopak mata indah itu terbuka. Sorot cahaya yang masuk dalam indra penglihatannya, hingga seseorang yang ia kenali berada disampingnya.
" Mau minum? " Mendapat pertanyaan lembut itu Nazea menggelengkan kepalanya tidak.
" Udah malem, lu tidur disini ya? " tanya Shaka dengan tangannya yang tak pernah berhenti mengelus rambut Nazea.
Lagi, Nazea menggelengkan kepalanya membuat Shaka menyeringit heran.
" Takut... " katanya, nyaris tak terdengar.
Shaka terkekeh mengusap air mata Nazea yang perlahan turun membasahi pipinya.
" Gue temenin. " Nazea menggelengkan kepalanya lagi, ia merasa semuanya akan kembali seperti tadi.
" Tap---"
" Shutt... " Menaruh jari telunjuknya di bibir Nazea, Shaka berusaha menghentikan ucapan gadis itu.
" Gue selalu disini, untuk lu."
" Sekarang lu butuh istirahat untuk melanjutkan hari besok, " lanjut Shaka, ucapannya selalu pelan seolah memberikan pengertian untuk Nazea.
Menganggukkan kepala Nazea menutup kembali matanya. Berusaha untuk tertidur dengan merasakan helusan lembut yang Shaka berikan.
Mimpi indah, bintangnya Rayan.
☆
Suasana riuh tampak memenuhi aula sekolah. Tepat di SMA Garuda, mereka semua tengah merayakan hari kelulusan. Termasuk para inti All Stars menjadi salah satunya. Mereka tertawa bahagia dengan jas rapi yang mereka kenakan. Namun tidak mereka sadari dari ujung aula sana seseorang menatap mereka tanpa ekspresi. Tatapannya seolah bingung dengan isi hatinya sendiri.
Seharusnya, kamu menjadi salah satu diantara mereka.
Seseorang itu berbatin dengan sebuket bunga di dekapannya. Dress putih yang dikenakan, serta tataan rambutnya yang indah membuatnya tampak begitu elegan. Gadis itu melangkah dengan tatapan lurus kearah para lelaki itu.