[REVISI]
Dendam dan Cinta?
Keduanya merupakan hal yang berbeda. Dua kekuatan yang bertolak belakang namun sama-sama menghancurkan. Mereka seperti dua arus yang berlawanan, namun membawa perubahan yang tidak terduga. Ketika keduanya hadir diwaktu ya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dikediaman Ayana, Nazea baru saja sampai seusai dari bandara tadi. Tampak motor sport miliknya sudah berada di garasi. Ayana juga Satria mengajak Nazea untuk segera masuk ke dalam. Oh ya, sebenarnya Ayana dan Satria ini merupakan sahabat Nara dan Novan sejak dulu. Bahkan si kembarpun mengenalnya sejak kecil, hanya saja karena sudah lama tak bertemu Nazea tidak mengingat lagi. Tertanpang jelas sebuah figura foto yang cukup besar didinding rumah, dan salah satunya Nazea menganal orang itu. Ayana tersenyum tipis, Mel Nazea yang sedikit kaget karena hal itu.
Rumah dia ternyata, Nazea membatin sambil memutar bola matanya malas. Ia sudah membayangkan betapa muak dirinya jika nanti harus terus bertemu dengan sosok itu selama dirinya tinggal di rumah ini.
"Ze kamu kenapa?" tanya Ayana. Wanita berpura-pura tidak tau apa yang terjadi.
"Gapapa, kok mommy," balasnya.
"Zea daddy ke belakang ya, kamu sama mommy aja dulu, " ucap Satria. Nazea mengangguk mengiyakan sebagai jawabannya.
Berjalan lebih dekat Ayana memandang figura yang berhasil membuat Nazea salah fokus. " Itu fotonya Shaka dan Areyna, kamu pasti mengenalnya bukan? "
"Ze kenal kok, " balasnya tersenyum paksa.
" Kamu istirahat aja sana, kamarnya yang pintu cat putih," kata Ayana mengusap surai rambut Nazea dengan lembut.
" Atau mau diantar aja? " tawar Ayana lagi.
" Enggak perlu, Nazea bisa sendiri kok, " tolak Nazea lembut. Ia sedikit menetralkan sikapnya yang terbilang irit bicara saat bersama orang asing, mengingat yang berhadapan dengannya adalah Ayana.
Mengangguk paham wanita itu kembali berbicara, " Mommy masak dulu kalau begitu, ya."
" Aku bantuin, boleh? "
" Boleh, " balas Ayana terpotong saat suara seseorang terdengar.
"MOMMY SHAKA PULANG! " Detik kemudian suara langkah kaki semakin terdengar, menampilkan seorang laki-laki yang masih dengan seragam sekolahnya.
" Coba kalo pulang itu ucap salam Sa, " pinta Ayana, sementara Shaka tersenyum menampilkan deretan giginya.
" Lo——ngapain disini?!" tanya Shaka, dia baru tersadar ada Nazea yang sejak tadi berdiri samping ibunya. Tidak menjawab, Nazea justru membuang wajahnya kearah lain dan berekspresi seolah ia mengejek Shaka seperti tadi.
Sedangkan Shaka, lelaki itu merutuki kebodohannya. Habis sudah malu seorang Shaka yang terkenal dingin itu. Ternyata pilihan Shaka untuk pulang ke rumah orang tuanya salah, andai saja ia pulang kerumah mungkin harga dirinya tidak akan jatuh seperti sekarang.