[REVISI]
Dendam dan Cinta?
Keduanya merupakan hal yang berbeda. Dua kekuatan yang bertolak belakang namun sama-sama menghancurkan. Mereka seperti dua arus yang berlawanan, namun membawa perubahan yang tidak terduga. Ketika keduanya hadir diwaktu ya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Menghela napas panjang, lagi-lagi Nazia dibuat kesal oleh tingkah laku Alfan. Sejak tadi, lelaki itu tidak berhenti menyuruhnya segala hal. Ia hanya mengucapkan bahwa dirinya yang meminta tolong, padahal lebih jelasnya menyuruh-nyuruh. Asalkan tau saja, lelaki itu menjadikan kedua orang tuanya sebagai ancaman agar Nazia menurutinya.
Tersenyum paksa, Nazia menoleh kebelakang saat lengannya ditahan oleh Alfan. " Kenapa lagi? "
" Kaos kaki gue mana?" tanya Alfan deng nadanya yang terkesan dingin.
" Lemari, lu ambil sendiri sana! " Nazia menundukkan tubuhnya di kasur.
" Ga guna banget, " ujar Alfan lirih namun masih terdengar oleh Nazia.
Mendengar itu hatinya sedikit tersentuh, namun Nazia tetap mengembangkan senyumnya. Nazia, gadis itu hanya diam menatap Alfan yang tengah bersiap untuk acara prom night malam ini. Kejadian beberapa waktu lalu masih terekam di ingatannya, membuat ia tak bisa marah ketika Alfan bersikap ketus padanya.
Merasa di perhatikan, Alfan menoleh dan mendapati Nazia yang tengah menatapnya. Tatapan keduanya terkunci, seolah tidak ada niatan untuk mengalihkannya.
" Ngapain masih di sini? " Alfan berucap sambil mengancingkan kemeja yang dipakainya.
" O-ohh gue keluar, " jawab Nazia sedikit gugup.
" Ganti baju! "
" Lama gue tinggal, " lanjut Alfan dan langkah Nazia yang mendadak terhenti.
" Hah? "
" Gue cuman ga mau umi dan abi curiga, " ujar Alfan cepat.
Diam membeku Nazia sedikit tersenyum paksa, " Lu ga perlu khawatir mereka ga akan curiga. "
" Bisa ga ngebantah? apa susahnya tinggal ikut? Kalo Nathan yang minta lu ga akan nolakkan? " Lelaki itu ikut terdiam saat kalimat yang tidak seharusnya ia keluarkan.
" Kenapa jadi bawa-bawa Nathan?! " sahut Nazia sewot.
" Emang gitukan? andai Nathan yang minta lu ga akan nolak untuk hal kecil kayak gini! " tanya Alfan.
" Dari mana lu tau kalo ga akan nolak? " Nazia tidak menjawab, ia justru berbalik tanya karena ucapan Alfan yang tidak pernah ia duga.
Terkekeh sinis Alfan menjawab, " Karena cinta lu sama dia terlalu besar Nazia. Kalaupun Nathan minta lu untuk akhiri pernikahan ini, lu juga ga akan nolak. "
" Lu ga pernah tau apa gue rasain Alfan, jadi stop merasa bahwa lu tau semuanya tentang apa gue ingin! "
" Tapi kalo semua yang gue ucapkan benar, gimana?" tanya Alfan membuat Nazia benar-benar tak habis fikir dengan apa yang ia lakukan sekarang.
" Gue akan siap-siap, lu tunggu sebentar. "
Lelah menghadapi keributan yang tiada habisnya, Nazia memilih mengalah. Meninggalkan Alfan yang mungkin masih sedikit emosi. Kesalahannya dulu, mungkin itu yang membuat Alfan berubah seperti sekarang. Ia tidak menyalahkan lelaki itu, karena pada awalnya ia yang memulai keretakan ini.