44. AKHIR

1K 15 6
                                        

" Sena? "

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Sena? "

Sedikit tertegun, salah satu orang betopeng itu menoleh. Memandang seseorang yang dikenalinya tengah di tahan oleh dua orang. Dia melangkah maju, tidak menampilkan sedikitpun ekspresi diwajahnya.

" Oh, wah! Kakak mengenali aku? " Dia membuka topengnya, dan memperlihatkan wajah cantik dengan sorot mata benci.

" Berhenti Sena! " lirih Sharez menatap Sena dengan penuh mohon.

Ya, salah satu orang bertopeng itu Sena. Sena, teman sekolah Nazea dan Shaka. Dia Sena, adik dari Sharez dan sahabat Vania yang menghilang tiba-tiba. Masih ingat bukan saat Nazea yang terkena bullying di sekolah oleh Vania, Sena, dan Misel. Vania dan Misel memang pindah sekolah sebab ancaman yang diberikan Shaka, sedangkan Sena mendadak hilang tanpa kabar. Kini gadis itu kembali dan menjadi penghancur rencana Nazea.

" Berhenti? Enggak, aku nggak akan berhenti sebelum kehancuran terjadi di depan mata aku! " bantah Sena.

" Lo nggak perlu sok menjadi penengah Sharez! " Sosok bertopeng yang sejak awal datang itu ikut membuka topengnya.

Melihat seseorang yang dibalik topeng itu, Shaka dibuat diam membeku. Bagaimana bisa? Dia adalah bagian dari All Stars, lalu?

" Bang Daren? " tanya Shaka yang masih kaget.

Daren menoleh, melirik Shaka yang terikat di sebuah kursi. " Sorry Sa, tapi gue perlu lo dalam dendam gue terhadap Sharez! "

Sharez, dia memandang keduanya dengan dugaan yang benar. Sejak awal Sharez tau jika lelaki di depannya, Daren. Mereka tidak akan melepaskannya begitu mudah untuk Nazea. Daren dan Sena, mereka adalah saudara yang membenci dirinya. Daren, wakil dari All Stars Geng generasi enam. Nyatanya lelaki itu menjadi dalang di balik semuanya.

Menghiraukan ketiga lelaki itu, Sena kemudian melirik ke arah Nazea yang tersimpuh di bawah sana. Dia tersenyum, lalu kakinya yang menendang Nazea kuat.

" Akhhh.. " keluh Nazea merasakan linu dibagian kakinya.

Gadis itu berusaha bangkit, menatap penuh aneh kearah Sena dan orang-orang bertopeng lain.

" Apa yang mau kalian lakukan disini?! " Nazea mengepal kedua tangannya erat menahan amarahnya.

" Tentu, melihat kehancuran lo dan dia! " Sena perlahan mendekat dengan senyuman licik andalannya.

" Mimpi! Lebih baik kalian semua pergi dari sini, dan jangan pernah ganggu rencana yang udah gue susun--"

" Tapi itu adalah tujuan kami ke sini, Nazea. " Tanpa belah kasihan Sena kembali menendang perut Nazea dengan tiba-tiba.

Berkat hal itu, tubuh Nazea terdorong ke belakang. Ia memegang perutnya dengan terbatuk-batuk, hingga yang terakhir sebuah cairan kental berwarna merah keluar dari mulutnya. Gadis itu menunduk mengeluarkan darahnya di lantai. Mengusap kasar mulutnya, Nazea melirik tajam Sena yang tersenyum.

SECRET | ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang