"Michie Zeea!" Teriak Kalila ketika melihat kedua temannya.
"Sini kal" panggil Michelle tersenyum.
Jarrel dan Kalila pun akhirnya sampai.
"Gimana kalau kita buat tugasnya disini aja?" Tawar Nazeea.
Michelle dan Kalila mengangguk setuju.
"Kak, bisa tolong rekam kita ga?" Tanya Michelle pada Nathan.
Nathan tersenyum kemudian mengangguk. Michelle mengeluarkan ponselnya kemudian memberikannya pada Nathan.
"Ini password nya apa?" Tanya Nathan.
Buru buru Michelle menarik kembali ponselnya, mengetik angka angka dengan sembunyi sembunyi agar tak diketahui yang lain atau lebih tepatnya agar tidak diketahui oleh Nathan.
Karna password pada ponselnya adalah ulang tahun Nathan, oleh karna itu Michelle tak ingin Nathan mengetahuinya.
"Nih" Michelle memberikan ponselnya lagi pada Nathan.
"Yaudah sana, kasih tau kalau udah siap" ucap Nathan mengusak kepala Michelle.
Sekitar set jam barulah tugas mereka selesai, agak lama karna Michelle yang terus melakukan kesalahan karna dirinya tak terbiasa belanja di pasar.
"Akhirnya selesai juga!" Seru Nazeea merenggangkan tubuhnya.
Kalila dan Michelle terkekeh melihat Nazeea.
Nathan melirik kearah Kalila yang tengah tertawa bersama Jarrel, tapi yang lebih menarik perhatiannya adalah mereka saling menggenggam tangan satu sama lain.
"El, lo berdua pacaran?"
Bukan Nathan yang bertanya, melainkan Raefan. Dalam hati Nathan sedikit berterimakasih karna Raefan sudah bertanya pada Jarrel.
"Iya" Jarrel tersenyum sembari menaikkan genggaman tangannya.
Kalila terkekeh menatap Jarrel yang wajah nya terlihat begitu bangga.
Tentu hal itu membuat yang lain ikut terkejut, terutama Nathan dan Michelle. Michelle mendekat pada Nathan kemudian menarik ujung baju laki laki itu, seolah bertanya apa Nathan baik baik saja atau tidak.
Nathan hanya tersenyum tipis pada Michelle, ntah apa arti dari senyuman itu.
"Beneran kal?!" Tanya Nazeea terkejut bukan main.
Kalila mengangguk dengan malu malu.
"Iya, gue pacaran sama Jarrel" ucapnya.
"Pulang yuk" ajak Michelle tiba tiba.
Mereka semua diam sejenak kemudian mengangguk setuju, berpikir mungkin Michelle sudah tidak kuat disini.
—
Di mobil Nathan hanya diam, membuat Michelle semakin khawatir.
"Kak Nathan gapapa?" Tanya Michelle tiba tiba memecah keheningan.
"Kak Nathan gapapa, kenapa nanya gitu?" Kini Nathan yang bertanya sembari tersenyum pada Michelle.
"Kaka suka kan sebenernya sama Kalila?"
Mata Nathan membulat sempurna mendengar pertanyaan Michelle.
"Ngg—"
"Kaka ngga perlu bohong kok, tanpa kaka bilang pun kelihatan kalau kak Nathan emang suka sama Kalila.. jangan takut aku sakit hati"
Michelle menatap Nathan dalam dalam kemudian tersenyum. Nathan menghentikan mobilnya ke tepi, kemudian ikut menatap Michelle.
"kaka gapapa, chie. asal Kalila bahagia kak Nathan juga akan ikut bahagia dan maaf.. kaka belum bisa balas perasaan kamu" ucap Nathan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Us and Differences
RomanceJenrina / Bluesy Kalila seorang gadis yang terpaksa harus pergi ke Jakarta untuk mencari sahabat ibunya untuk meminta bantuan seperti surat yang ibunya tinggalkan sebelum meninggal, dengan sisa uang tabungan ibunya Kalila dengan berat hati pergi ke...
