"Michie pulang" ucap Michelle memasuki rumahnya diikuti yang lain.
"udah pulang aja, gimana tadi? lancar bikin tugasnya?" Tanya Harvey menatap Michelle dan kedua temannya.
"lancar, tenang aja" bukan Michelle ataupun Kalila dan Nazeea yang menjawab, melainkan Nathan.
"Bagus lah kalo gitu, tapi.." Harvey beralih menatap Jarrel dan Kalila yang terlihat duduk berdekatan bahkan Jarrel terlihat menggenggam tangan Kalila dengan erat.
"Apa apaan pegangan tangan? Kaya pacaran aja lo monyet" sindir Harvey yang tidak tau apa apa.
"Emang pacaran" balas Jarrel enteng, Kalila hanya terkekeh.
"Halah, ngaku ngaku aja lo" ucap Harvey yang masih tak percaya.
"Tanya aja sama yang lain kalo ga percaya" ucap Jarrel menunjuk yang lain dengan dagunya.
Harvey menatap Nathan dan Raefan, pertanda meminta jawaban mereka. Dan dengan kompak keduanya mengangguk bersama, membuat Harvey menganga tak percaya.
"Kal, beneran lo pacaran sama curut ini?" Tanya Harvey pada Kalila sembari menunjuk nunjuk Jarrel.
Kalila tersenyum dan mengangguk. Harvey menutup mulutnya saking terkejut dirinya.
"Alay deh, udah ah daripada itu aku mau kenalan sama yang duduk disamping abang" ucap Michelle menatap Aeris yang sedari tadi diam.
"Aeris Kahyana Salendra, kamu pasti Michelle adiknya Harvey kan? Dia udah cerita banyak tentang kamu, jadi aku harap kita bisa akrab ya Michelle" Aeris tersenyum sembari mengulurkan tangannya pada Michelle.
Michelle tentu terpana dengan kecantikan Aeris dan bukan hanya itu, Aeris juga sangat ramah.. biasanya ia tak gampang untuk dekat dengan seseorang tapi begitu melihat Aeris membuatnya ingin semakin dekat dengan gadis itu.
"Iya aku Michelle, kakak bisa panggil aku Michie" Michelle meraih uluran tangan Aeris sembari tersenyum.
Aeris tersenyum hangat ketika tangannya diterima oleh Michelle, hingga tak lama jabatan tangan itu terlepas.
"Masih ngga percaya gue kalian pacaran" celetuk Harvey menatap lagi kearah Jarrel dan Kalila. "Lo diguna guna ya, kal?" Sambungnya menatap Kalila kemudian.
"Sialan lo monyet" balas Jarrel berancang-ancang memukul Harvey.
Raefan dan Nathan hanya terkekeh melihat tingkah kedua sahabatnya itu, hingga terdengar suara dari luar rumah yaitu suara hujan yang turun dengan deras.
"Yah hujan.. ga bisa pulang dah gue" Raefan menghela nafas.
"Yaelah, udah sih disini dulu" ucap Harvey.
"Males" balas Raefan melirik Nazeea yang nampak tersenyum senyum sendiri menatap ponsel.
"Duduk duduk, daritadi berdiri kaya orang bisulan lo berdua" ucap Harvey menatap Nathan dan Raefan.
Nathan hanya terkekeh kemudian duduk di sofa yang kosong, disusul Raefan yang mendengus kesal.
"Eh, hari minggu gue diajakin kencan sama cowo! bantuin gue pilih outfit dong" ucap Nazeea pada kedua temannya.
Aeris ikut mendengar, kemudian tersenyum.
"Biar aku bantu" ucap Aeris membuat Nazeea dan dua gadis lainnya ikut menoleh.
"Eh? Ga masalah memangnya?" Tanya Nazeea menatap Aeris.
"Ga masalah" Aeris terkekeh.
"Kalau begitu, lo pake baju gue aja ze, yuk ke kamar gue!" Ucap Michelle bersemangat sembari menarik tangan Nazeea pergi dari sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Us and Differences
RomanceJenrina / Bluesy Kalila seorang gadis yang terpaksa harus pergi ke Jakarta untuk mencari sahabat ibunya untuk meminta bantuan seperti surat yang ibunya tinggalkan sebelum meninggal, dengan sisa uang tabungan ibunya Kalila dengan berat hati pergi ke...
