26. Twins? And disappointed.

7.7K 459 309
                                        

↷✦; w e l c o m e ❞

Setelah kejadian kemarin yang sempat berdebat soal Taufan membeli PS5, dan Halilintar akan menggantikan uangnya. itu benar-benar terjadi.

Halilintar benar-benar mentransferkan uang dia ke rekening Taufan dengan jumlah barang yang ia beli. Bahkan, ditransfernya bukan dua belas juta! Melainkan tiga puluh enam juta!

Apakah itu dikali lipatkan?! Tidak! Maksudnya dikali lipatkan berapa itu?!

Taufan sempat menganga ketika melihat uang yang tiba-tiba masuk ke rekeningnya itu dengan jumlah yang tidak normal, maka dari itu ia langsung protes dan ingin mengembalikan semua uang itu. Tetapi apa yang dikatakan Halilintar?

Katanya— "Mn. Bukannya uangku, uang kamu juga?"

Dan Taufan tidak mengerti cara kerja pikiran Halilintar.

Ah, ya. Apakah kalian masih ingat masalah tentang Tani yang berantem dengan Supra? Ya, mereka sudah maaf-maafan.

Meskipun Supra dari rautnya tampak tidak sudi untuk meminta maaf. Tapi anak itu hanya bisa mengalah dan menuruti saja, yang penting masalah sepele nya selesai. Begitulah fikiran Supra.

Yahh.. meskipun beberapa waktu lalu tiba-tiba ada perdebatan dikit karena mereka saling memancing, tetapi Taufan bisa maklumi saja.

Pisahkan? Tentu saja ia akan pisahkan! Kalau tidak, nanti malah disambung lagi urusannya! Kan, Taufan jadi pusing sendiri bagaimana mengatasi masalahnya yang dibuat-buat semakin besar.

Dan hari ini, tepat pukul empat sore, Taufan baru saja selesai rapat bersama Guru-guru.

Dan di saat yang sama, Taufan juga akan berganti posisi mengajar. Ia kini dijadikan guru seni, menggantikan guru sebelumnya yang harus pensiun sementara karena sedang hamil. Tanpa berpikir panjang, Taufan langsung mengajukan diri untuk mengambil alih kelas tersebut, merasa itu lebih cocok untuknya juga.

Toh, kalau dipikir-pikir, hal itu masih sejalan dengan misinya. Ia hanya perlu menunggu Maripos bergabung sebagai guru komputer atau ICT, meski Taufan sendiri belum tahu kapan rekannya itu akan benar-benar mulai mengajar.

Baiklah, kembali ke topik awal. Karena ia pulang sore, Taufan akhirnya menyuruh anak-anaknya untuk pulang duluan. Ia sudah memperkirakan kalau rapatnya akan berlangsung lama, dan benar saja, rapat itu berlangsung sampai sore pun belum selesai.

Tadi anak-anaknya sempat protes, menolak pulang tanpa dirinya. Tapi setelah Taufan membujuk dan entah dengan pelet macam apa mereka akhirnya menurut dan pulang bersama Pak Yarka.

Ya.. siapa juga yang tahu cara Taufan nge-pelet anak-anaknya sampai bisa nurut begitu.

Oh, dan satu hal lagi. Jadwal pengecekan kandungan Taufan juga dilakukan sore hari, karena ia lupa kalau pagi tadi ada jadwal mengajar. Akibatnya, ia sempat adu cek-cok kecil dengan Supra. Tapi setelah Taufan meyakinkan bahwa ia akan merekam pemeriksaan dan semua hal penting yang dikatakan dokter, Supra akhirnya setuju, meski dengan raut wajah yang jelas kesal.

Kkreyukk~!

Suara nyaring dari perut Taufan yang secara tiba-tiba keluar membuatnya lesu seketika, kebetulan ia belum makan dari siang sampai sore ini.

Karena apa? Ya, karena rapat! Kalau bukan karena misi, Taufan mana mau jadi Guru! Pake acara rapat segala lagi. Untung Taufan itu tipikal anak setengah-setengah, alias setengah pintar setengah bodoh.

Makannya Jangan Menduda! Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang