Lulu dan adik-adiknya baru saja sampai di parkiran kampus, mereka memutuskan untuk berpisah karena memang jurusannya berbeda. Lulu bersama dengan Olla berjalan memasuki Gedung jurusannya,
“Kak, gue duluan ke kelas ya, bentar lagi matkul pertama mau dimulai” sergah Olla di Tengah koridor jurusannya, “iya la, duluan aja, gue juga ma uke ruang dosen cari pembimbing gue. Kalau lo udah selesai kabarin gue ya, biar ntar kita makan siang bareng di kantin” jawab Lulu pada Olla, sebelum adik pembalapnya itu meninggalkannya.
Sebagai mahasiswa semesterakhir yang dituntut untuk mandiri, Lulu saat ini berjalan sendirian menuju ruang dosen pembimbingnya, saat sampai di depan pintu dosen tersebut Lulu merogoh kantong celananya mengambil benda pipih untuk Kembali mengabarkan dosennya kalau ia telah sampai di depan ruangan dosen tersebut. Setengah jam Lulu menunggu balasan dosen tersebut namun tidak juga kunjung Lulu dapatkan.
Bosan menunggu akhirnya Lulu memutuskan untuk pergi ke kantin untuk membeli cemilan untuk meningkatkan mood paginya. Berbekal cemilan yang telah dia beli, Lulu Kembali menyambangi ruangan dosen tersebut sambil sesekali melihat handphonenya, berharap ada balasan dari dosen pembimbingnya. Namun nihil, hanya ceklis dua abu-abu yang didapatkannya.
Penantian Lulu membuahkan hasil, dosen yang sedari tadi ditunggunya akhirnya datang , mengikuti dosen tersebut ke dalam ruangannya, Lulu tepat berdiri di belakang dosen tersebut, tak ingin membuang waktu rasanya Lulu lalu menyampaikan tujuannya,
“bu, maaf sebelumnya, saya Lulu yang beberapa hari lalu dijanjikan untuk bimbingan hari ini dengan ibu”, dosen tersebut berbalik lalu menatap Lulu, “oh iya saya ingat, tapi maaf sebelumnya ya hari ini saya ada rapat dengan kepala jurusan sampai sore, mungkin pertemuannya bisa kita atur ulang lagi ya”.
Mendapat jawaban tersebut Lulu hanya mengucapkan “baik bu, terimakasih bu”, lalu keluar dari ruangan dosen tersebut. Pagi itu ingin rasanya Lulu berkata-kata kasar tapi dia sadar masih di area kampus dan dia tidak ingin membahayakan dirinya dengan berketa-kata kasar.
.
.
.
.
.
.
Vote and Comment juseyo
KAMU SEDANG MEMBACA
Keluarga Kecil Ondah
Fiksi PenggemarKeseharian keluarga Papa Oniel, Mommy Indah dan ketujuh anaknya setelah menjadi satu keluarga.
