Setelah meninggalkan Lulu sendirian di koridor kampus, saat ini Olla sudah duduk bersama teman satu jurusannya di dalam kelas guna menunggu sang dosen masuk.
Mengisi waktu kosong di kelas, Olla sibuk menscroll fyp tiktoknya yang kebanyakan diisi oleh video balapan dan modifikasi mobil, ya tak jauh-jauh lah dari hobi Olla. Tengah asik menikmati tontonan tiktoknya Olla dikejutkan dengan kedatangan teman sejurusannya, Jessie.
“heh La lo udah selesaiin tugas minggu lalu belum?”, Olla yang mendapat pertanyaan tersebut seketika menghentikan kegiatan menscroll tiktoknya.
“tugas apaan? Lo jangan bikin gue panik deh kampung”.
Mendapat jawaban dari Olla hanya membuat Jessie menggelengkan kepalanya, “terserah lo deh La kalau ga percaya, minggu kemarin kita diminta review jurnal penelitian senior kita, kalau ga percaya coba tanya yang lain deh”.
Olla mendadak terdiam, mengingat minggu lalu dia tidak terlalu memperhatikan dosen yang mengajar, berpikir apakah dia begitu keterlaluan tidak memperhatikan dosen tersebut sehingga sampai tidak mengetahui tugas yang diberikan.
“aduh mampus gue, sekali ga bikin tugas sama nih dosen auto C nilai gue, apa kata mak bapak gue nanti”.
Olla yang terdiam menarik perhatian Jessie Kembali, “gimana? Udah ingat belum kampung?”.
“Jess gue kayaknya ga masuk matkul kali ini deh, jujur gue ga ingat kalau ada tugas” jelas Olla pada Jessie, “gue cabut duluan ya Jess, bye kampung”.
.
.
.
.
Bingung arah tujuan kemana akhirnya Olla memantapkan tujuan menuju kantin jurusan. Niat awal ingin menjernihkan pikiran tentang Nasib nilai matkulnya nanti, Olla dibuat gagal fokus dengan seonggok Lulu bersama semangkuk bakso dan segelas es teh di atas meja.
“woi kak, ngapain lo disini?”
Uhuk…uhuk..
Nasib baik Lulu tidak menyemburkan es teh tersebut ke wajah Olla yang secara mengejutkan berada di depanny, “ngagetin banget sih lo, batal bimbingan gue, jadinya milih makan bakso aja”.
Olla hanya terkekeh melihat Lulu menjawab dengan wajah kemerahannya, “hahahha, kasihan banget mahasiswa semester akhir ini. Kayak gue dong, ga dating kelas aja masih santai”.
Sadar dengan kata-katanya, Olla hanya menutup mulutnya yang begitu mudah mengeluarkan rahasianya “anjir nih mulut, lemes banget”.
“oh gitu ya La, ntar di rumah gue aduin papa sama mommy ya lo”
“ampun kak, jangan aduin plis, ntar bakso lo nih gue yang bayar deh”.
.
.
.
.
.
.
Vote and Comment juseyo
KAMU SEDANG MEMBACA
Keluarga Kecil Ondah
FanfictionKeseharian keluarga Papa Oniel, Mommy Indah dan ketujuh anaknya setelah menjadi satu keluarga.
