cintamu seperti sambalado ah ah rasanya cuma di mulut saja ah ah janjimu seperti sambalado ah ah enaknya cuma di lidah saja hoo ooo
“ADEL KAMPUNG! ALARM LO BERISIK BANGET ANJING, GUE MASIH NGANTUK”
Dengan sekuat tenaga Olla menendang pantat Adel yang tepat berada di sebelahnya, seakan-akan pagi itu Olla memiliki tenaga yang lebih daripada Adel. Lulu yang berada di single bad hanya menggelengkan kepalanya mendengarkan keributan di pagi hari ini.
Si sulung bukan bermalas-malasan seperti dua adiknya itu, Lulu baru Kembali merebahkan tubuh setelah selesai menolong mommy di dapur. Baru saja memejamkan mata sejenak guna menghilangkan penat, tapi malah mendengarkan keributan dua makhluknya ini.
“DIEM DEH LA, LO MENGGANGGU KEINDAHAN SUARA LAGUNYA AJA, BIARIN NAPA AYU TINGTING NYANYI”
“YA LO PASANG AJA NOH HEADSHET DI TELINGA LO, BIAR LO AJA YANG DENGER”
“BACOT LO LA, SANA IH GUE MAU TIDUR LAGI”
Lulu hanya bisa menghela napasnya “mau diem sendiri atau gue yang diemin lo pada”.
Siap, si sulung sudah memberikan ancaman kepada Olla dan Adel, tidak punya pilihan lain untuk mereka berdua selain diam.
Olla dan Adel Kembali merebahkan diri di Kasur mereka, membiarkan Lulu tenang dengan istirahatnya, sampai…
“OLLA ANJING LO KENTUT YA? BAU BANGET BANGKE”
“SEENAK JIDAT LO NGOMOMG YA, MULUT LO NOH YANG BAU”
“HELEH NGAKU LO, INI BAU KENTUT LO BANGET”
“SINI HIDUNG LO GUE SUMPEL LOBANG BOK…”
Bugh
Tiba-tiba Flora datang bersama tiga saudara yang lain dan langsung menghantam wajah Olla dan Adel dengan bantal yang dibawanya. Sangat terlihat raut wajah kesal di wajah Flora, sedang asik-asiknya rebahan menunggu panggilan mommy untuk sarapan,
“gue udah capek semalam begadang nonton anime bareng Marsha dan pagi-pagi buta disaat gue istirahat lo berdua malah teriak-teriak ga jelas. LO BERDUA MAU DIAM SENDIRI ATAU MULUT LO BERDUA GUE JAHIT PAKE BESI PANAS”
lalu setelahnya berlalu meninggalkan kamar tersebut diikuti ashel, Marsha, dan Kathrin bokem yang masih sempat memeletkan lidahnya kea rah Olla dan Adel.
“makanya kalau gue udah negur itu didengar, kalau Flora udah turun tangan jangan harap lo berdua bisa selamat” Lulu lalu membalikkan badannya dan menutup keseluruhan tubuhnya pakai selimut.
. . . . . .
Oniel perlahan mendekati sang istri, melingkarkan lengannya di Pundak sang istri dan memberikan sebuah kecupan di pipi
“selamat pagi cintaku sayangku kasihku”
Indah hanya bisa tersenyum mendengar perkataan sang suami, Kembali melanjutkan kegiatan cuci piringnya,
“Niel, agenda kita di sini itu liburan sama anak-anak ya, ga ada tambahan yang lain”
Oniel hanya bisa menampilkan wajah masamnya, “tambah satu agenda lagi deh syaang”.
Indah membalikkan tubuhnya menhadap sang suami, mengecup singkat pipi suaminya “kalau kamu siap sama amukan Kathrin sih boleh-boleh aja sayang”.
Terlalu asik dengan dunia mereka, Oniel dan Indah sampai tidak sadar sedaritadi Olla memperhatikan mereka dari sudut dapur,
“ini bapak gue kalau dilempar panci panas sama mommy Indah bakal tersenyum senang atau marah ya”
“kalau gue teriakin ke bokem apa yang bakal terjadi ya”
Satu…
Dua…
Tiga….
“KATHRIN BOKEM, PAPA SAMA MOMMY MAU NAMBAH ANAK”
JEDER…
Bukan hanya Kathrin yang datang karena teriakan Olla tersebut, tapi semua anak Ondah berkumpul, bedanya lima yang lain hanya menyaksikan dari tempat Olla berdiri, Sedangkan Kathrin sudah berdiri di tengah-tengah Oniel dan Indah,
“kalau sampai Papa sama Mommy punya anak lagi Kathrin ga mau kenal kalian, Kathrin lebih milih ikut kak Ashel”
Mendengar perketaan Kathrin, lima saudara yang lain langsung mengelus Pundak Ashel,
“sabar ya shel, mungkin beban lo akan lebih berat setelah ini”
Selamat Ulang Tahun untuk Papa Oniel dan Kathrina
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.