- 15

898 120 31
                                        

Ice menyambung mimpinya yang kemarin. Perkenalan dengan si elf sempat tertunda karena Ice ditarik dari alam bawah sadarnya. Kini, si beruang kutub menatap si elf. Ice tinggal jauh dari negri dimana elf membangun perundagiannya. Jadi, Ice skeptis bagaimana (Nama) bisa sampai ke sini, dan berakhir menyembunyikan diri di antara semak berberis.

"Namaku (Nama)." Si elf memperkenalkan diri selagi gelombang angin menerpa rasa pegal di kedua betis kakinya.

"Aku Ice," Si beruang kutub balik membalasnya. "Kenapa kamu ada di sini?"

Selain karena penampilan (Nama) berbeda, elf itu juga terlihat terlalu mencurigakan. Entah dia ditinggal karavan pedagang, atau dia berasal dari rombongan turis, pokoknya, Ice pikir, (Nama) jelas-jelas bukan orang sini.

"Aku barusan diculik." (Nama) bangkit dari akar pohon yang didudukinya. "Kamu tinggal di hutan? Bukankah beruang kutub tidak tinggal di hutan? Apakah kamu beruang madu, tapi albino?"

"Ini perbatasan bioma." Hal-hal menarik bisa saja terjadi di negri dongeng. Beruang kutub tidak menyukai betapa panasnya ekuator, atau angin pembawa penyakit dari hutan musim semi, tapi setidaknya, karena penduduk menanam gandum yang menguning di petak ladang bertanah gembur dan nyatanya itu menghasilkan pemandangan pencuci mata, kemudian sebab arbei-arbei di hutan menyeruakkan aroma manis, Ice sering berkeliling ke bioma tetangga hanya untuk merilekskan diri dari lanskap stalagmit es dan hujan salju.

"Aku tinggal di sana," Ice menunjuk ke arah lain hutan. Pohon-pohon di hutan musim semi tidak saling bertumpang tindih dedaunannya, dan di antara celah batang pohonnya, (Nama) dapat melihat benua dengan salju abadi terlihat elok di penghujung sivilisasi pohon ek.

"Bisakah aku menumpang berteduh, Mr. Ice?" Tanya (Nama). Wajahnya memelas, (Nama) meminta pertolongan. Bahkan telinga cepernya juga ikut turun, seperti ikut-ikutan memohon.

Beruang kutub tidak akan membiarkan elf cantik itu ditangkap bandit gunung lagi dan kembali menjadi sandera. Beruang kutub makhluk yang baik hati, jadi beruang kutub mengangguk, meskipun ia ragu—beruang kutub jarang menerima tamu.

"Terimakasih!" Si elf memegang pergelangan tangan si beruang yang diselimuti bulu hangat. Kemudian, dua makhluk itu berjalan berdamping-dampingan ke iglo-nya.

"Ice?" Panggilan itu datang dari suara khas (Nama).

"Mhmm?" Ice menggeliat di atas kasur, dan mencari si pemanggil. Rupanya Ice baru bangun dari mimpi lanjutannya, dan dikejutkan oleh keadaannya. (Nama) nampak ada di atasnya, berusaha membangunkannya.

Ice tengah tidur sambil memeluk Frostfire, sedangkan Frostfire mendekap boneka paus punyanya Ice. Mereka bertiga—Ice, anak beruangnya, dan boneka paus—tidur menyamping, dan saling memeluk. Mereka tidur di ranjang bayi, ranjang yang berkerangka seperti kandang ayam untuk mencegah si bayi merangkak kabur. Ketika Ice menatap langit-langit kamarnya, Ice disambut oleh mainan tiruan planet-planet tata surya yang begelantungan di dudukan spiral. Planet-planet itu diikat ke tali temali, dan melelai bersama ornamen lain seperti origami berbentuk angsa, miniatur roket, bintang-bintang kecil, dan kerincingan.

Ice menemukan dirinya meringkuk, menekukkan kakinya sambil memeluk Frostfire, sebab sejujurnya, tubuhnya tidak muat masuk ke ranjang tidurnya Frostfire.

Pandangan Ice menusuk pada (Nama) lagi. (Nama) sudah melepas piyama tidurnya, dan memakai pakaian bepergian. Namun rambutnya masih dibebatkan handuk basah, dan aroma sabun mandinya tebal terhirup di udara.

(Nama) geleng-geleng kepala, kemudian ia pergi ke meja riasnya. (Nama) memasang sumbu listrik hair dryer ke terminal, kemudian mulai menyisir rambutnya seraya mengeringkannya pelan-pelan. Tubuh Ice berangsur bangkit. Ice mengucek mata. Ia mengintip (Nama). Kepala Ice menyembul dari kerangka ranjang bayi yang agaknya tampak seperti penjara mini, tapi tanpa atap. Kepalanya menyelinap keluar supaya Ice bisa mengetahui, (Nama) sedang apa. Ice hampir lupa, Ice mengajak (Nama) pergi mengisi kulkas.

Ice x Reader | Mr. IceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang