- 25

1K 121 34
                                        

(Nama) berbaring menyamping di kamar resornya. Si beruang kutub ada di pelukannya. Tangan beruang kutub itu memeluk perut (Nama), mulai dari dini hari, sampai ke waktu dimana matahari mulai menyingsing dari balik gunung-gunung es.

(Nama) tidak keberatan. Soalnya, temperatur Norwegia selalu dingin, dan dengan memeluk beruang kutub peliharaannya, (Nama) bisa memperoleh kehangatan thermal dari jaket bulunya, dan permukaan kulitnya. Bagaimana caranya memproduksi anak laki-laki semenggemaskan Ice? Andai ibunya Ice ada di sini, Sang Maestro ingin bertanya demikian. Apa rahasia untuk memiliki anak clingy berwajah manis seperti Ice?!

(Nama) meraih ponsel diatas kepalanya, dan mengecek jam. (Nama) bangun pukul 06.00 AM, dimana semestinya, sebentar lagi, dia akan dipanggil untuk sarapan di lobi. Sedangkan beruang kutubnya belum bangun.

"Beruang kutub sialan," (Nama) bergumam. Dia punya alasan khusus untuk mengatai Ice. Tapi setelahnya, (Nama) mengecup rambut Ice, dan meletakkan dagunya di puncak kepala Ice. Sedangkan tangannya melintang menimpa lengannya Ice, memeluknya erat-erat. Di belakang punggung Ice, (Nama) mereview galerinya.

Mereka berswafoto di banyak spot bagus. Bahkan kemarin, (Nama) membawa empat baju ganti untuk mengumpulkan foto-foto dari kawasan ski, sampai ke arena kereta gantung, dan di gua-gua menyala pada Klimapark 2469 og istunnelen. (Nama) mengenakan long dress di atas gang miring Juvflye—itu foto terbaiknya. Ada dua foto di gang miring Juvflye, fotonya sendiri, dan fotonya dengan Ice. (Nama) memang candid di sepanjang waktu, dia sudah terbiasa pada serba-serbi fotografi sejak kecil. Tapi, Ice ... Dalam potret di gang miring Juvflyenya, (Nama) kelihatan sangat natural, berpose cantik, sedangkan Ice tertangkap kamera sedang mengedip. Matanya menutup.

(Nama) memilih untuk memposting fotonya berdua dengan Ice, mengesampingkan foto solo-nya. Selain ingin memperlihatkan kemana dia berlibur, (Nama) juga sekaligus memamerkan suami beruang kutubnya. Seluruh dunia wajib mengetahui, dia punya suami berkelakuan mirip seperti beruang kutub yang wajahnya manis sekali.

"Manisnya ..." (Nama) memandang kagum pada postingan barunya, dan ia lagi-lagi memuji si beruang kutub. Tangan (Nama) menyusup ke bawah selimut, dan ia mencubit pipi Ice, memenuhi dahaganya untuk menyentuh beruang kutub itu.

(Nama) lalu mengusap-usap pipinya, sambil matanya tetap melihat pada layar ponsel. (Nama) bingung kenapa Ice tidak lantas bangun, padahal, (Nama) sudah menginterupsi tidurnya.

(Nama) melepas pelukannya, dan ia duduk. Benar. Beruang kutub peliharaannya masih terlelap. Dia meringkuk tak nyaman ketika (Nama) pergi dari sisinya. (Nama) menyaksikan bagaimana Ice mulai terganggu luar biasa karena (Nama) pergi dari sisinya.

Tangan Ice meraba-raba sisi kasur (Nama), mencari dimana presensinya. Tangan itu kemudian menangkap pergelangan tangan (Nama), kemudian ia menariknya untuk dimakan. Ibu jarinya dimakan. Dikunyah, tapi tanpa tenaga. (Nama) bahkan dapat merasakan betapa hangatnya mulut Ice, dan bagaimana lidah Ice mulai mencicipinya dari berbagai sudut.

"Kebiasaan." (Nama) mengomel. Anomali prilaku ini bermula dari awal pernikahan mereka. (Nama) iseng membiarkannya merasakan ibu jarinya. Tapi entah kenapa, Ice jadi meminjam ibu jarinya hampir di setiap malam, sebelum tidur. Rutin.

(Nama) menggeser bokongnya untuk duduk lebih dekat pada Ice. Blaze tidak bertingkah laku semanja Ice. Mengurus Ice memutuhkan perhatian ekstra. Dia menuntut hampir segalanya. Kepedulian. Perlakuan manis. Pelukan. Ciuman. Elusan di kepala. Cinta. Perhatian.

"Ice." (Nama) mengusap kepalanya dengan tangan satunya. Mengikuti karakter suaminya yang sekarang, suara (Nama) melembut—jujur, (Nama) biasanya berteriak nyaring untuk membangunkan Blaze, sampai ia perlu menyiram kepalanya dengan air. "Beruang kutub. Ice."

Ice x Reader | Mr. IceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang