14.

875 27 2
                                        

" I-ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" I-ini.."

" Enggak mungkin. "

Menggelengkan kepalanya cepat, ia menolak dengan kebenaran yang sudah ada di depan matanya. Seluruh tubuhnya seakan kaku mengetahui hal itu, namun ia juga tak mampu mengelak dengan bukti yang ada ditangannya. Memandang tanpa kata hanya ia yang tau betapa kalutnya ia sekarang, dan yang terlihat hanyalah tatapan tajam dengan buliran air mata yang menggenang siap untuk turun. Bersama tangan yang mengepal erat Nazea mengusap kasar air mata itu kala suara pintu yang terbuka menampakkan seseorang yang dikenalnya.

Sambil menaruh nampan yang dibawanya ke nakas, Shaka bertanya singkat. " Gue bawain makanan, lo makan dulu, ya?"

Tanpa balasan apapun Nazea memutar bola matanya malas melihat makanan yang dibawa Shaka. Belum lagi dengan sikap sok baik yang lelaki itu lakukan.

" Mau kemana?" tanya Shaka melihat gadis itu yang sudah berjalan melewatinya.

" Pulang. "

" Enggak ada yang suruh lo untuk pulang," kata Shaka memutar tubuhnya menjadi menghadap Nazea.

" Gue nggak perduli, dan lo  nggak berhak untuk melarang." Masa bodoh dengan Shaka yang menatap kepergiannya, tapi yang jelas Nazea memang ingin keluar dari tempat yang malas untuk ia singgahi.

" GUE NGGAK AKAN BIARIN LO, KELUAR DARI RUMAH INI NAZEA!" teriak Shaka membuat Nazea kembali menghentikan langkahnya dan tertawa hambar.

" Enggak perlu sok ngatur. Lo itu bukan siapa-siapa untuk gue, Arshaka."

" Tapi gue—— "

" Apa? Mau bilang kalo kita punya ikatan, atau lo mau bilang kalau kita di jodohin?!" sela gadis itu.

Tanpa mengucapkan sepatah kata lagi gadis itu pergi dari kediaman Shaka. Ia terkekeh sinis tak percaya dengan ini semua. Hatinya kecewa dengan segala sandiwara yang telah mereka buat.

Melihat foto yang ia ambil tadi, Nazea mengetahui sebuah fakta yang sangat menjijikkan baginya. Fakta di mana ia telah menikah dengan musuhnya sendiri. Musuhnya yang telah membuat dunia Nazea hancur begitu saja.

Kei🥛

dimana? ||

|| kenapa?

|| gw di rmh alfan

sekarang caffe ***||

|| oke

Sedangkan di kediaman Alfan, Nazia tengah menyuapi Alfan bubur. Ingat Zia hanya terpaksa melakukan hal ini.

SECRET | ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang