[ 25. ] murung

56 18 5
                                        

Pagi hari ini suasana kosan agak berbeda dari hari-hari sebelumnya. Seperti ada sesuatu hal yang membuatnya jadi berbeda.

Dan itu semua karena perubahan sikap Rissa yang jadi lebih pendiam. Dan terlihat sangat tidak bersemangat. Entah apa yang terjadi tapi semua anak kosan di buat kebingungan dengan sikap Rissa pada pagi hari ini.

Apakah ini karena gadis itu mimpi buruk semalam? atau ada hal lain yang membuatnya jadi murung seperti ini?

Hanya satu orang yang bisa menjawab rasa penasaran mereka. Orang itu adalah, Surya.

Setelah Rissa pergi sekolah di antar oleh Erlangga. Anak-anak kosan langsung menyerbu kamar Surya secara brutal. Mereka sudah tidak peduli lagi jika Surya akan marah-marah pada mereka.

Intinya mereka ingin tau ada apa sebenarnya dengan Rissa.

"Mas! Mas!"

"Mas ayo keluar dulu, kita mau tanya sesuatu!"

"Mas, buka gak? atau gue dobrak nih!" kesal Mahesa karena Surya yang tak kunjung membuka kan pintu untuk mereka.

Satu pukulan melayang ke arah Mahesa. Pelakunya adalah Bintang yang tengah berdiri di belakang Mahesa.

"Gelo! yang ada elo yang di bogem sama si Surya."

"Anjir, yang sopan dikit kali bang. Mentang-mentang beda setahun doang." ujar Jordan. "Diem lu!"

Cklek

Pintu pun terbuka menampilkan Surya yang masih mengenakan kaos hitam serta celana tidur miliknya.

Semua anak kosan kecuali Erlangga dan Wirya (Mas Wirya lagi buatin sarapan) melongo menatap lelaki tertua di kosan ini. Tumben banget si Mas masih muka bantal kaya gini, batin anak kosan.

"Lah? tumben amat, biasanya jam segini udah rapih." komen Satria. "Iya, ya." sahut Dika di samping Satria.

"Ya terus? masalah buat kalian?"

Surya mengusap wajahnya pelan. "Kenapa pada ngumpul disini sih? udah kaya mau demo."

"YA EMANG MAU DEMO!" pekik Bintang dan Mahesa yang tak sabaran.

"Masih pagi! jangan suka teriak-teriak!" omel Surya lalu kedua lelaki itu terkena pukulan pedas di kepala mereka. "Duh! udah deh jangan main geplak aja, kita tuh mau tanya sesuatu!"

Yang lain mengganguk menyetujui ucapan Mahesa.

"Iya mas, kita mau tanya something!" sambung Jordan. "Hah? tanya soal apaan?"

"Biar enak ngobrol nya mending kita ke meja makan sekarang. Sekalian sarapan." usul Mahesa. Ya yang lain sih mau-mau aja.

Sesampainya di meja makan Surya langsung di hadapankan dengan beberapa pertanyaan oleh Mahesa dan Bintang. Cocok banget kalo jadi masuk jurusan hukum ini mah.

"Mas kita semua mau tau kenapa tiba-tiba Rissa jadi murung banget? ini gak biasa! ada yang aneh. Bukan cuma gue yang ngerasa, yang lain juga. Iya kan?"

Anak-anak kosan kompak menyetujui hal tersebut. Mahesa pun kembali duduk dan membiarkan Bintang yang melanjutkan nya.

"Nah, gak cuma itu aja mas. Kalo gue liat-liat sih ini gak mungkin kan cuma mimpi buruk?"

"Soalnya waktu itu Rissa ke kunci di luar dan gak bisa masuk, nah pas itu di ketiduran terus gue liat dia itu nangis sambil ngigau 'minta tolong' dan juga dia bilang 'takut"

Surya mengernyit, "K-Kok bisa Bintang sejauh itu mikirnya?"

"What?! berarti ini anak murung bukan gara-gara mimpi buruk?"

Blok 16 ATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang