Tiga hari sudah berlalu. Semenjak kejadian tempo hari yang lalu, Surya dan Rissa semakin berjarak. Keduanya tak pernah lagi menghabiskan waktu berdua. Bahkan betegur sapa pun tidak.
Semenjak itu pula, suasana kosan semakin canggung. Apalagi jika Surya dan Rissa sudah bergabung, anak-anak sangat sungkan rasanya jika ingin mencairkan suasana seperti biasanya.
Rasa antara tak enak hati dan takut bercampur jadi satu.
Mereka bingung, harus dengan cara apa agar keduanya segera berbaikan.
Kini mereka sedang menyantap brownis buatan Sherin tadi siang. Tidak semua berkumpul di ruang tengah.
Dika, Mahes dan El. Masih berada di kampus. Kemungkinan akan kembali nanti malam.
"Duh, brownis buatan lo nggak berubah ya, rin" puji Bintang sembari mengambil lagi brownis itu. "Bagi dong mbak resepnya.." sahut Satria.
Sherin tertawa, "Nggak ada resep khusus ini mah, resep pada umumnya aja"
Satria menatap tak percaya padanya. "Bohong ya, mbak? rasa coklatnya loh, kaya beda. Tapi enak banget jadinya"
"Gaya lo, memang bisa lo buat brownis?" tanya Bintang.
Lelaki berpipi gembul itu merungut, "Liat lo ya mas! nanti gue bikin ini, nggak akan gue kasih lo!"
Sementara Bintang hanya tertawa. Ia sengaja ingin menjahili Satria, padahal sudah jelas kalau lelaki itu memang pandai memasak. Tidak seperti dirinya, yang mengoreng ayam saja bisa hangus.
"Jangan buat brownis lagi deh, mbak mau nyoba resep baru nih. Kamu bantuin ya?" tawar Sherin.
Satria mengangguk semangat. "Ayok! resep apa mbak?" Sherin pun mengambil ponselnya dan membuka note, kemudian ia menunjukkan nya pada Satria.
"Oh! ini mah enak banget, mbak! kapan kita mau buat?" Sherin berpikir sejenak, "Besok sore free nggak? kalo iya, besok sore kita buatnya"
"Besok hari apa sih? kamis apa jumat?"
"Kamis"
Sontak semuanya menoleh kepada Surya dan Rissa yang baru saja menjawab secara bersamaan. Keduanya pun langsung diam seribu bahasa dan kembali sibuk pada ponselny masing-masing.
Tanpa peduli dengan tatapan anak-anak kosan.
"O-oh, haha! iya, ya bisa-bisanya gue lupa.." tawa canggung Satria.
"Gita kemana, ya? ada yang liat nggak, perasaan tadi dia kesini juga"
"Mungkin ke kamar deh, mbak" balas Jordan.
"Kenapa nggak cek aja?" ujarnya lagi.
Sherin menggeleng, "Enggak deh, biarin aja. Nanti juga turun sendiri anaknya"
Keheningan pun tercipta di sana. Masing-masing sibuk dengan gadget dan obrolannya. Tak ada yang membuka suara lagi setelahnya.
Sampai lah, Rissa yang mendadak bangkit pergi ke lantai atas setelah mengucapkan terimakasih pada Sherin untuk brownisnya. Sontak saja, anak-anak melirik satu sama lain.
"Abisin aja deh brownis nya.." kata Sherin.
"Loh, mbak aja belum makannya" balas Rio, Sherin menggeleng pelan, "Gak apa-apa. Nanti mbak buat lagi aja, ini abisin aja sama kalian, ya.."
Kemudian Sherin pun beranjak dari sana. Berjalan menuju ke lantai dua juga.
Meninggalkan anak-anak (-Surya, Wirya, Rio) yang sibuk berebut potongan brownis itu.
🍃
19.22 PM
Surya dan Wirya sedang bersantai di halaman belakang. Dengan kopi dan brownis tentunya. Iya, Sherin jadi kembali membuatnya lagi. Padahal mereka tadi sudah makan juga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Blok 16 A
De Todo☆ Highest rank #1 ryujin [ 11/7/23 ] #3 psikis [ 11/7/23 ] Apa jadinya kalau seorang anak sma mengurus kosan milik orang tua nya? Dan lagi isi dari kosan itu hanya lelaki. "Bunda nyuruh aku ngurus kosan mah ga masalah!" "Terus apa masalah nya?" "Ma...
