Pulang sekolah ini, Rissa, Gea, Aji dan Eric memutuskan untuk bermain di Timezone. Keempatnya sangat asik bermain disana. Sampai-sampai dering telfon masing-masing tidak ada yang mendengarnya lagi.
Apalagi Rissa. Gadis itu malah mengaktifkan mode silent. Seolah dia sudah lupa bagaimana paniknya Surya jikalau Rissa tidak mengangkat telfonnya satu kali saja.
"Guys! udah sore banget nih. Hampir gelep bahkan, pulang yuk.." ajak Gea.
Rissa menyutujuinya, "Udah, ah mainnya. Besok-besok lagi, ayo balik!" gadis itu pun menarik Eric dan Aji untuk berhenti bermain.
"Jangan narik-narik baju gue!" sentak Aji. pemuda terus saja menggerutu. "Cerewet banget itu mulut, diem dikit kenapa" balas Gea.
Rissa dan Eric tertawa. Keempat remaja itu memasuki area parkir motor. Kalau di lihat-lihat mereka seperti Double date.
Apalagi mereka naik motor pun berboncengan. Aji dengan Gea, Rissa dengan Eric.
Bukan tanpa alasan mereka saling berboncengan begini. Alasan pertama, kedua pemuda itu was-was kalau Rissa atau Gea yang mengendarai motor. Kedua, jalan rumah mereka kebetulan sama.
"Lucu deh, kaya Double date!" ujar Gea.
Rissa yang pun tertawa, "Cie! kode keras, ya.." godanya.
Si empu langsung memukul pelan lengan Rissa. "Iya, iya ampun.." kata Rissa, sementara Gea memasang wajah masam. "Kemusuhan, kita!" ujar gadis itu.
Aji dan Eric pun kebingungan dengan tingkah kedua gadis itu. Hei? ada apa dengan keduanya? aneh.
"Anjir, gak usah ribut! kata tadi mau balik, ayo buruan!" Aji pun menarik lengan Gea, "Lama-lama gue tinggal juga lo!"
Tanpa membalas perkataan Aji. Kedua gadis itu akhirnya naik ke motor masing-masing.
Kedua pemuda itu pun langsung tancap gas. Menyusuri jalanan kota yang cukup padat hari ini. Di tambah lagi saat ini memang waktu orang-orang pulang bekerja.
Walau mereka masih anak sekolah. Itu tidak menjamin mereka bisa pulang lebih awal. Seperti pada umumnya, pasti selalu saja ada kegiatan atau tugas sekolah. Dan masih banyak lagi.
"Yah, macetnya lumayan nih sa.." ucap Eric seraya membuka kaca helmnya.
Rissa mengangguk, kemudian ia menoleh ke kanan, kirinya. "Iya, namanya juga jam pulang. Ya pasti gini"
"Oh, ya lo udah kabarin mas lo itu, belum?" tanya Eric.
Loh?! oh iya mas!
Rissa pun segera mengambil ponselnya yang berada di tas tanpa menjawab Eric. Ia langsung merogoh tas tersebut, setelah dapat ia di kejutkan dengan banyaknya notifikasi di ponselnya itu.
Mas Suryaa : 10 panggilan tak terjawab
Mas Wiryaa : 2 panggilan tak terjawab
Gadis itu mengigit bibirnya, mampus sudah dirinya. Surya sudah menelfon sebanyak sepuluh kali, sementara Wirya dua kali.
"Aduh, iya.." eluhnya.
Eric melirik dari spion. "Kenapa? ada masalah? mas lo pada marah, ya?" Eric tampak khawatir. Pasalnya ia tadi hanya memberi pesan untuk mengantar Rissa pulang.
Dan tidak menelfon atau memberi kabar lagi pada lelaki itu.
Rissa mengangguk lesu, "Iya.."
Setelahnya, Eric dengan sabar menyalip sana sini untuk mempercepat perjalanan mereka. Ia juga merasa tidak enak pada gadis yang ia bonceng ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Blok 16 A
Random☆ Highest rank #1 ryujin [ 11/7/23 ] #3 psikis [ 11/7/23 ] Apa jadinya kalau seorang anak sma mengurus kosan milik orang tua nya? Dan lagi isi dari kosan itu hanya lelaki. "Bunda nyuruh aku ngurus kosan mah ga masalah!" "Terus apa masalah nya?" "Ma...
