25. PAPA

6 1 0
                                        

Pucuk dicinta ulam pun tiba.
~Giralda Khaula Nuha

-

-

-

Happy Reading!!

-

"Eummm, tante hidup sendiri?"

Wanita sayu itu tersenyum lalu menggeleng. "Dengan anak lelaki Tante," jawab nya sambil menuju lemari telase untuk membungkus mawar hitam pilihan Alda. "Pendekar kebanggaan Tante, nak. Mungkin umurnya kisaran lebih tua dari kamu," lanjut nya dengan menyodorkan mawar hitam yang sudah di bungkus pada Alda.

Mata Alda tak bisa diam saat mata sayu wanita itu menatap matanya. "Suami tante?" tanya sambi hati-hati.

Farah tersenyum lalu menggeleng. "Dia lebih memilih beberapa wanitanya dari pada tante."

Tangan Alda yang lain, yang tidak memegang mawar hitam itu mengepal di sisi tubuhnya. Ada apa dengan dunia ini? Apa semua laki-laki itu sama? Bolehkah jika ia mikir bahwa dunia ini gak adil dengan mengorbankan perasaan wanita demi kepuasan nya pada wanita lain. Terus apa kabar dengan wanita lain itu? Bukankah ia sama-sama wanita?

"Assalamualaikum, ummi," ucap salam seseorang yang membuat pikiran Alda berhenti dan memilih melihat siapa yang baru saja mengucapkan salam.

"Waalaikum salam warahmatullahi waa barokatuh."

Pupil lentik Alda seketika membulat menahan nafas saat lelaki yang tadi dia cari kini menghampiri nya sendiri.

Akmal mencium tangan Farah lalu tersenyum tipis pada umminya itu. "Akmal sengaja mampir takut toko ramai, ummi." Tak sedetik pun Akmal membiarkan matanya berkeliaran, menatap keberadaan gadis dengan seragam ngetat di tubuhnya itu.

"Tidak, sayang. Toko tidak terlalu ramai, jadi kamu bisa pulang terus istirahat," balas Farah.

"Biar Akmal di sini, Akmal masuk dulu, ya, ummi," pinta Akmal lalu segera masuk kedalam kamar yang tidak terlalu luas yang berada di bagian dalam toko saat Farah mengangguk.

Mata Alda tak henti mengantarkan tubuh Akmal hingga lenyap di telan pintu. "Itu-- anak tan-te?"

Farah mengangguk. "Itu Akmal, sumber kebahagiaan tante, nak."

≈ADD≈

Alda menatap dirinya di cermin, apa ada yang salah dengan dirinya sehingga lelaki anak pemilik toko itu tidak pernah melihat kearahnya? Lalu kini pupil duanya menatap pada bungkusan mawar hitam di rak bukunya, ingatanya melayang saat Farah memujinya lebih cantik dari bunga mawar hitam itu. Ibunya saja sangat terkagum padanya, tapi bagaimana dengan Akmal, anaknya?

Namun nada dering ponsel nya menyadarkan dia dari lamunannya. Giska, nama itu yang tertera di layar ponsel. Tanpa menunggu lama, kini suara Giska sudah menyapa telinga Alda.

"Hm, apa Gis?"

"..."

"Oh, okay. Jemput gue, ya, gue males bawa mobil sendiri."

Rencananya, Alda akan ikut Giska berbelanja hari ini juga dengan Rere dan Andrina.

Alda tak perlu bersiap-siap terlalu lama, setelah membersihkan diri, ia langsung membalut tubuhnya dengan kaos lengan panjang berbahan rajut dan rok mini sepahanya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 11, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ANTARA DIRI DAN DURICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang