42

957 82 19
                                        

Riyan : sayang
Caca : apa??
Riyan : liat sini dong
Caca : ini akhirnya???
Riyan : ca... Kenapa sih liatin ke pinggir terus??

Caca tak menjawab , kini wajah nya basah dengan air mata yg sedari tadi menghujani pipinya . Riyan dan Caca kini sedang berada di dalam mobil dan akan kembali ke jakarta . Caca terus saja melihat ke arah jendela mobil tanpa melihat ke arah Riyan yg sedang membawa mobilnya .

Beberapa kali Riyan mencoba meminta Caca untuk melihat ke arah nya namun Caca enggan menatap Riyan . Rasanya Caca masih terbayang ucapan papa nya Riyan yg akan segera menikahkan Riyan dengan Mentari .

Sesampainya di rumah Caca , ia pun mulai berani menatap Riyan . Sebelum turun dari mobil Caca memegang tangan Riyan dan kembali menangis karna menatap wajah pria yg sangat ia cintai itu .

Caca : aku... Gk tau kita bakal gimana ke depan nya . Tapi aku rasa aku gk mau buat malu kedua orang tua ku dengan tetap menjalin hubungan ini dengan orang yg akan menikah , kalo kamu benar akan menikah dengan Mentari bilang ya sama aku , nanti aku ngomong sama mama dan papa biar mereka gk benci sama kamu Kaya ke Dimas .

Ucap Caca , ia pun melepas genggaman tangan nya dan perlahan membuka pintu mobil . Namun Riyan kembali menarik tubuh Caca masuk ke dalam dekapan nya .

Riyan : engga akan ca... Aku gk bisa kehilangan kamu . Kamu Uda janji sama aku buat selalu ada di samping aku , jangan ingkari itu .

Mendengar hal itu Caca pun membalas pelukan Riyan dan membenamkan wajahnya di pundak Riyan , tak terasa air matanya menetes rasanya tak sanggup jika Caca harus kehilangan orang yg ia cintai untuk yg kedua kalinya bahkan karna perempuan yg sama .

Riyan melepas pelukan nya dan menatap wajah Caca , ia menghapus bulir air mata yg membasahi pipi Caca dengan tangan nya .

Riyan : jangan gini... Ini bukan Caca yg aku kenal . Aku gk akan kemana-mana , ngapain kamu nangis gini??? Aku disini , tetap disini . Jadi jangan mikir yg aneh-aneh . Ya????

Caca mengangguk pelan , wajah nya mulai tersenyum meski raut wajah kesedihan masih jelas terlihat di wajah cantik itu .

Riyan : jangan nangis lagi , nanti mama kamu liat trus nanya kenapa.. gimana???
Caca : bilang aja kamu jahat
Riyan : ko gitu sih??
Caca : hehe... Engga , yaudah aku pulang ya
Riyan : iya , aku boleh mampir??
Caca : mending kamu langsung pulang , istirahat juga .
Riyan : kamu lagi pengen sendiri ya?? Tapi ko rasanya aku gk tenang ya biarin kamu sendiri??
Caca : Riyan... Aku gpp.. kamu bilang aku jangan mikir kemana-mana . Aku mau mandi , abis itu makan trus istirahat . Aku mau nenangin pikiran ku dulu .
Riyan : iya aku ngerti , tapi... Jangan mikirin yg jelek-jelek tentang hubungan kita . Oke???
Caca : iya...
Riyan : sayang nya mana??
Caca : iya sayang...

Riyan pun tersenyum ia langsung mencium kening Caca lembut dan Caca memejamkan matanya saat kecupan itu mendarat di keningnya . Sebenarnya Caca saat ini masih ingin bersama Riyan , namun rasanya ia juga butuh waktu untuk sendiri saat ini . Setelah kejadian tadi yg membuat nya jelas ada jurang pemisah antara dirinya dan Riyan .

Caca pun turun dari mobil dan Ryan kembali melajukan mobilnya menjauh dari rumah Caca . Ia masuk ke dalam rumah , dan melihat rumah itu kosong , mama nya ternyata sedang pergi keluar .

"Bagus deh mama gk ada , jadi mama gk liat aku yg abis nangis gini" ucap Caca . Ia pun langsung masuk ke dalam kamar , mandi bersih-bersih dan setelah itu makan . Setelah selesai Caca merebahkan tubuhnya di atas kasur miliknya .

******

Saat itu ternyata Riyan menemui Nando di rumah nya , ia menceritakan kejadian soal di bandung saat bersama Caca ke rumah Riyan . Nando hanya menggeleng kan kepalanya tak percaya dengan kelakuan Mentari yg begitu semakin nekat . Riyan terlihat frustasi , ia terus saja melamun .

Waktu Yg SalahCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang