Baskara Alfin Millanio, ketua Ghefaros dari keturunan darah Millanio yang saat ini masih aktif menjadi pemimpin Mafia di Amerika.
Anak kedua, dari dua bersaudara itu lebih cenderung memiliki kepribadian tertutup dan telah mencintai seorang gadis be...
📌biasakan untuk meninggalkan jejak ya gusyyy(vote)
Jangan lupa menabunggusy!
Baskaraura segera terbit lohh Udah bisa di peluk😍
Jangan lupa folowig : author.baskaraura
4. Hukuman
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Tuhan itu punya jalan yang indah untuk mempertemukan, kita"
~Baskara Alfin Millanio~
* * * * *
Entah ini memang takdir Tuhan atau hanya ketidak sengajaan, dua remaja itu kini tengah berdiri dengan posisi hormat di depan tiang bendera yang menjulang begitu tinggi. Sudah hampir 30 menit meraka masih setia pada posisi mereka masing-masing.
Aura menyeka keringatnya yang membanjiri keningnya. Cewek itu menguncir rambutnya tinggi, membuat leher jenjangnya itu terlihat. Sementara cowok yang berdiri di sampingnya hanya melihat pergerakan cewek itu. Menatap dengan sorot mata yanga begitu dingin.
Baskara memasangkan topi kepada Aura. Cewek itu mendongak dan menatap Baskara yang masih fokus dengan kegiatannya. Tinggi Baskara yang begitu jauh dengan tinggi tubuh Aura membuatnya mudah untuk melakukan apapun pada cewek itu.
"Mangkanya bawa topi, biar nggak kepanasan," ujarnya dingin tapi penuh dengan penekanan.
Aura hanya diam dan kembali menatap ke depan. "Tadi lupa buat bawa. Tapi, biasanya selalu bawa kok."pekiknya dengan mengipas-ngipasi wajahnya dengan kedua tangan.
"Lo kenapa bisa telat? Tadi gue udah nawarin lo buat berangkat sekolah bareng gue. Tapi lo nya nggak mau."
Aura menoleh dengan kedua tangan yang sudah menyilang di depan dadanya. "Sama aja telat kan jadinya? Lo aja juga telat." Baskara hanya tersenyum tipis.
"Ya kalau lo ngomong mau bareng sama gue, pasti gue ajak jemput lo pagi-pagi buta." Belanya.
Aura menyipitkan mata. Menatap cowok itu yang sialnya terlihat semakin tampan. Apalagi sinar matahari menyentuh kulit dan rahangnya yang terlihat menjulang itu.
"Apa lihat-lihat? Nanti suka lo sama gue, bahaya tau nggak?" Aura mendengus dan kembali pada posisinya.
"Kalau lo suka sama gue nanti yang ada lo--"
Aura membungkam mulut Baskara dengan berjinjit. Karena tinggi badan Aura yang sangat terlihat pendek, dengan susah payah dia membungkam mulut cowok itu. "Diem!" ucapnya membuat Baskara tertawa renyah.