Jangan lupa Follow, Vote dan Comment
73. Titik Terang
"Makanlah, Tuan. Sejak semalam anda tidak makan dan tidak tidur."
Suara Marlo yang sejak tadi menyuruh Aden makan tidak digubris sama sekali oleh Aden.
"Tuan an--"
"Diamlah, Marlo! Kau membuatku semakin pusing."
Marlo menghela napas, sejak menjadi bagian dari Millanio, bari kali ini ia melihat Aden seputus asa seperti ini. Meskipun Aden pandai menyembunyikannya, tapi Marlo tahu yang bisa menelisik dari mata Aden yang terlihat linglung sejak tadi.
"Tuan, saya hanya menyampaikan apa yang Nyonya katakan. Anda harus tetap memikirkan kesehatan anda sendiri," kata Marlo mencoba memberi tahu mengapa dirinya kekeuh menyuruh Aden makan.
"Apa Bunga mengatakan itu?" Marlo mengangguk, memberikan benda pipih yang memang Bunga sendiri mengirim pesan kepada Marlo untuk menyuruh suaminya itu tetap menjaga kesehatannya.
Aden menghela napas, dia menerima makanan itu dari Malo. Pikirannya sangat kacau, rasa bersalah kepada keluarga Crowell dan Alister membuat kepalanya terasa ingin pecah. Lagi dan lagi Aura yang dijadikan umpan, dan jika terjadi sesuatu yang buruk, maka bukan hanya Crowell dan Alister yang berperang dengan Millanio. Tapi, Baskara akan mengabarkan bendera perang untuknya meskipun antara anak dan orang tua.
Johan benar-benar memimpin permainan ini. Tidak sulit bagi Aden untuk menghangus ratakan Silent Victor, namun itu semua akan Aden lakukan jika ia sudah memastikan perihal apa yang akan direncanakan oleh Johan setelahnya. Katakan bahwa Aden adalah sosok yang tidak mempunyai rasa simpati, dia tidak perduli dan kejam. Namun, jiwa iblis yang berusaha ia tekan untuk tetap bisa terkendali itu berhasil Aden dapatkan. Sejauh ini, tepat setelah kelahiran sang buah hati, Aden merasa jika ia hidup seperti orang normal biasanya. Dia benar-benar bisa merasakan hangatnya keluarga dan cinta yang tumbuh begitu besar seiring waktu.
Untuk penculikan Aura, ini sudah Aden, Harvey, Adinata, Falanio dan Alina perhitungkan, dan benar sesuai dugaan Alina. Bahwa yang mereka incar adalah Aura sebagai alat kehancuran Millanio.
Para orang tua serahkan untuk permainan kali ini akan dipimpin oleh Baskara, Sangga, Raja dan 3 anggota dari Crowell. Sedangkan Marvel, Orion dan Xelus masih berharap cemas di rumah sakit.
Aden bersama Harvey, Falanio, Adinata, Alina dan juga Marlo sedang menunggu kabar dari Baskara.
"Bisa kau tunjukkan rekaman CCTV nya, Marlo?"
Marlo mengangguk, menyambungkan laptop pada layar besar yang berada di dalam ruang kerja Millanio.
Jantung mereka langsung berdetak lebih cepat karena melihat rekaman CCTV tersebut.
Mereka melihat saat tiba-tiba kedatangan Amel yang langsung mendorong kuat tubuh Aura hingga terbentur tembok dengan kuat. Mereka sempat beradu pembicaraan yang membuat hati mereka terasa tersakiti. Ternyata keburukan yang orang tua lakukan akan berdampak begitu menyakitkan bagi anak-anaknya.
Lalu, setelah Amel menceritakan apa yang ia rasakan, dan langsung mendapatkan respon yang lebih dari Aura. Nyatanya bukan hanya Amel ataupun Aura yang terluka. Melainkan keduanya yang harus menerima getah atas perlakuan orang tuanya di masa lalu.
KAMU SEDANG MEMBACA
BASKARAURA [ TERBIT ]
Teen FictionBaskara Alfin Millanio, ketua Ghefaros dari keturunan darah Millanio yang saat ini masih aktif menjadi pemimpin Mafia di Amerika. Anak kedua, dari dua bersaudara itu lebih cenderung memiliki kepribadian tertutup dan telah mencintai seorang gadis be...
![BASKARAURA [ TERBIT ]](https://img.wattpad.com/cover/329849896-64-k805351.jpg)