jangan lupa spam comment, vote dan Follow!!
Happy reading:v
60. Baskaraura 2
Baskara berdiri sendirian di ruang kerja Aden yang sunyi. Netral tajamnya tertuju pada dinding kaca yang memperlihatkan gemerlap malam di pusat kota. Kilauan lampu jalanan dan gedung-gedung tinggi di kota itu seolah memberikan kontras terhadap keadaan yang penuh kegelapan. Kepalanya terasa berat, begitu juga dengan kedua pundaknya yang seakan semua masalah hidupnya bertumpuk di sana.
Pemandangan malam yang seharusnya menenangkan, justru memperkuat gejolak emosinya. Hatinya seolah terbakar ketika mengetahui keadaan Alina dan bertambah ketika dia mendengarkan percakapan antara Bunga dan Aura tadi siang. Semua kata yang keluar dari gadis itu seakan menusuk hati Baskara, bukan karena Aura yang belum bisa memberikan kepercayaannya terhadap orang lain, melainkan karena rasa sakit yang gadis itu rasakan membuat Baskara benar-benar mendidih.
Baskara merenung, memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa membalas perbuatan Amel dengan lebih parah lagi. Rasa-rasanya apa yang akan ia lakukan untuk saat ini belum cukup. Baskara akan menyusun rencana dengan begitu matang. Jika nanti Aden, Harvey, Sangga dan Roni enggan untuk membantu, maka Baskara sendiri yang akan bertindak. Entah itu akan berakibat fatal ataupun merugikan apa yang ia pribadi miliki, Baskara tidak perduli. Karena, tujuan awalnya hanya mebalaskan rasa sakit yang Aura rasakan.
Di benaknya, ingatan akan bagaimana hancurhya Aura setelah gadis itu bangun dari koma terus berputar. Emosinya tercampur aduk, kebencian kini tumbuh besar di hatinya. Berulang kali Baskara menahan diri untuk tidak meledak, merendam kemarahannya yang menggelagak dalam dirinya.
Mungkin ini adalah ujian, pikir Baskara sambil menatap langit malam yang gelap dan tak berujung. Pahitnya mendengar jerutan Aura kala itu membuatnya ingin menghancurkan segalanya. Ia bahkan tidak keberatan jika harus menghabisi banyak nyawa demi gadisnya. Apapun akan ia lakukan demi gadisnya. Tidak peduli hasil akhirnya nanti, meskipun nyawa Baskara sendiri yang merenggang nyawa. Semua sudah pernah ia lakukan untuk gadisnya sejak berusia 10 tahun.
Pelan, Baskara tertawa dalam keheningan. Ia menertawakam dirinya sendiri yang kini mulai sadar atas ujian apa yang Tuhan berikan untuknya. Baskara bukan anak kecil atau remaja puber yang masih mencoba mencari jati dirinya. Jadi, sekarang ia jelas tahu apa mau hatinya dan siapa yang dituju oleh hatinya.
"Jadi, pada akhirnya tetap aku yang dipermainkan?" kekeh Baskara seorang diri, tatapannya tertuju pada langit malam yang gelap tanpa bintang.
Baskara sadar dia sudah bertindak begitu jauh karena Aura. Dia bahkan telah menghabisi banyak nyawa yang telah berani menyentuh Aura. Dan satu bulan yang lalu Amel benar-benar melawannya tanpa rasa takut sedikitpun.
"Padahal aku sendiri tidak pernah menyakiti, gadisku," gumam Baskara.
Baskara benar-benar sudah terjatuh pada pesona Aura. Apapun akan ia lakukan untuk menjaga, melindungi dan memberi kebahagian untuk gadisnya. Yang paling utama menjadikan Aura sebagai miliknya. Maka dari itu Baskara tidak peduli meski dengan cara licik sekalipun.
"Apa yang sedang kamu pikirkan, Kara?"
Menoleh ke sumber suara, Baskara lantas menghela napas saat mendapati keberadaan Aden. Entah bagaimana Aden kembali ke dalam ruangan itu setelah beberapa menit yang lalu sudah meninggalkan bangunan ini.
Tanpa sepatah kata apapun Baskara menghampiri saklar lampu, kemudian menekannya sehingga yang semula remang-remang kini jadi benderang.
"Apa yang membuatmu kembali ke sini?"
KAMU SEDANG MEMBACA
BASKARAURA [ TERBIT ]
Ficção AdolescenteBaskara Alfin Millanio, ketua Ghefaros dari keturunan darah Millanio yang saat ini masih aktif menjadi pemimpin Mafia di Amerika. Anak kedua, dari dua bersaudara itu lebih cenderung memiliki kepribadian tertutup dan telah mencintai seorang gadis be...
![BASKARAURA [ TERBIT ]](https://img.wattpad.com/cover/329849896-64-k805351.jpg)