OTW AMERIKA

566 13 0
                                        

Jangan lupa Follow, Vote dan Spam Comment

Happy reading:v

64. Otw Amerika


        Ujian Akhir Semester telah selesai dilaksanakan oleh kelas XII. Yang mana artinya libur panjang sudah di depan mata. Para siswa hanya tinggal menunggu hasil raport dan surat ketulusan dari pihak sekolah.

        Aura meninggalkan moment-moment tersebut karena tertidur panjang. Namun, jangan khawatir, Aura tidak butuh nilai. Nilailah yang butuh Aura. Tidak sulit bagi pihak sekolah memberi keringanan untuk Aura yang jelas tidak main-main. Aura dinyatakan lulus dan bisa mengikuti acara promnigtht nanti, tanpa harus menyusul ujian. Kekuasaan Alister benar-benar mendorong kemajuan STU, sehingga pihak sekolah tidak akan berani bermaca-macam.

        Hari ini, para siswa dan siswi akan berangkat untuk melakukan Study Tour di negara yang begitu jauh. Butuh berjam-jam untuk sampai di sana. Jadi, sebaik mungkin mereka mempersiapkan semua keperluan mereka agar tetap bisa merasa nyaman, dan yang pastinya bisa mengatasi rasa kebosanan mereka.

        "Hati-hati di sana. Jangan pernah keluar sendiri. Makan tepat waktu, kalau butuh apapun itu langsung bilang ke Baskara atau ke Sangga. Om udah siapin obat-obat kamu yang harus diminum. Jangan pernah ngabaiin telfon dari Om, atau enggak Om akan susulin kamu ke sana." Aden, Bunga, Sangga dan juga Baskara menetap Harvey tidak percaya. Lihat saja, bapak-bapak yang kelewat datar itu saat ini menjadi bapak-bapak posesif. Bahkan hampir melebihi Baskara.

        "Iya, Om. Om, tenang aja. Terima kasih," jawab Aura yang langsung dihadiahi pelukan hangat oleh Harvey. Cukup lama, dan Aura tanpa ragu membalas pelukan itu.

        "Kenapa bokap lo jadi posesifnya melebihi, gue?" tanya Baskara pada Sangga dengan suara lirih. Nyaris sama seperti berbisik. Sangga hanya menggeleng sebagai jawabannya.

        Setelah melepas pelukan itu, Aura berpindah pada Bunga yang langsung memeluk Aura begitu erat. Seakan Bunga tidak mau melepas kepergian Aura. Padahal hanya 1 minggu mereka di sana. Tapi, Bunga merasa seberat ini.

        "Bahagia di sana ya, Sayang. Jangan lupa kirim foto yang cantik untuk, Tante." Dikecupnya kening Aura dan Aura menganggukkan kepala.

        "Tante, Om Harvey dan Om Aden tenang aja. Aku akan selalu baik-baik saja ketika mereka ada bersamaku," tutur Aura sambil menunjuk Sangga dan Baskara yang memang berdiri dengan posisi saling berdampingan.

        "Aku janji gak akan ngebantah apa yang diperintah dan dilarang mereka berdua. Aku akan jaga diri dan akan berjanji kepada kalian akan terus baik-baik saja." Mereka semua tersenyum, mengangguk dan memegang janji Aura, meskipun mereka tidak membalas ucapan gadis itu, namun percayalah, mereka benar-benar memegang janji itu. Berharap semua yang berangkat ke sana dengan kondisi baik-baik saja.

        "Tuan, semua barang sudah berada di kabin pesawat. Pesawat juga sudah diperiksa dan siap berangkat," ucap Xelues datang bersama Marlo. Mereka berdua akan ikut serta dalam pesawat itu. Hanya memastikan jika tidak ada penyerangan atau hal-hal yang tidak terduga terjadi.

        Yang Aura tahu, Xeluex dan Marlo akan kembali ke Indonesia nanti setelah mereka sampai di sana. Tapi, sebenarnya Marlo dan Xelues akan tetap berada di sana untuk mengawasi keadaan sekitar. Sedangkan nanti keberangkatan Aden, Bunga dan Harvey akan menggunakan jet pribadi milik Millanio.

BASKARAURA [ TERBIT ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang